Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Tanggapi Isu Viral Pengibaran Bendera, Bupati Rudy Susmanto Ajak Warga Jaga Persatuan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bogor | Harian Merdeka

Bupati Bogor Rudy Susmanto merespons polemik pemasangan bendera Merah Putih yang melibatkan seorang tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, dengan mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan dan menjaga persatuan.

“Buat kami, hal yang penting adalah kita memaknai kemerdekaan hari ini bersama-sama,” kata Rudy usai rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor di Cibinong, Rabu.

Pernyataan itu disampaikan Rudy ketika ditanya wartawan mengenai kejadian seorang tukang cukur di Desa Bantarkambing, Kecamatan Rancabungur, yang viral di media sosial setelah ditegur karena belum memasang bendera Merah Putih.

Rudy tidak secara khusus mempersoalkan tindakan tukang cukur tersebut. Ia memilih mengingatkan masyarakat mengenai makna pengibaran Merah Putih sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.

Menurut dia, bendera Merah Putih yang dapat dikibarkan masyarakat saat ini tidak terlepas dari pengorbanan para pejuang dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Kita hanya bisa menyampaikan kepada semua pihak bahwa bendera yang berkibar hari ini, saya selalu menyampaikan, di situ ada jutaan tetesan keringat, ada tetesan darah, ada nyawa para pahlawan, para pejuang kita yang mendahului gugur,” ujarnya.

Rudy mengatakan perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti ketika kemerdekaan diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Para pejuang masih harus mempertahankan kemerdekaan pada tahun-tahun berikutnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia untuk kembali memperkuat kebersamaan di tengah berbagai perbedaan.

Menurut Rudy, pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga pemerintah kabupaten/kota memiliki tugas membangun bangsa bersama masyarakat.

“Kekuatan terbesar kita ada pada seluruh masyarakat yang kita miliki,” kata Rudy.

Ia menilai persatuan menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam melanjutkan pembangunan, sehingga perbedaan di tengah masyarakat tidak semestinya menjadi pemicu perpecahan.

“Kunci keberhasilan membangun bangsa hanya satu, kami selalu menyampaikan, benteng pertahanan terakhir bangsa kita adalah persatuan. Musuh utama bangsa kita adalah perpecahan,” ujarnya.

Rudy pun mengajak seluruh elemen masyarakat merajut perbedaan dan menjaga kerukunan mulai dari lingkungan terkecil di tingkat RT, RW, desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi.

“Mari bersatu padu membangun bangsa, merajut segala perbedaan, merajut kerukunan bersama-sama. Kekuatan bangsa kita cukup besar,” kata Rudy. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *