Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wamen LH Kumpulkan Pihak Swasta di Kalbar, Desak Gotong Royong Tangani Karhutla

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono mengumpulkan pihak swasta yang berada di sekitar titik api kebakaran lahan (karla) gambut di Kalimantan Barat.

Ia meminta mereka membangun sekat kanal di sekitar area konsesi perusahaan sebagai upaya pemadaman sekaligus pencegahan kebakaran lahan.

“Untuk dari pihak swasta, kami mohon untuk bantu kerjasama dalam membuat sekat kanal, ini yang paling efektif, saya prioritaskan diselesaikan di titik yang masih ada api,” kata Diaz saat meninjau lokasi kebakaran lahan gambut di Desa Limbung, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengutip keterangannya, Senin (24/8).

Ia mengatakan sekat kanal akan membantu mengatur dan mengalirkan air secara terfokus ke lahan gambut.

Diaz menyebut hal itu berkenaan dengan kebakaran pada lahan gambut yang dapat terjadi hingga lapisan yang lebih dalam, sehingga membutuhkan ketersediaan air secara konsisten.

“Jadi kalau (gambut) sudah terbakar, saya melihat Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Polisi, mereka menyiram susah sekali, api nya di bawah banget, jadi harus dengan sekat kanal,” ujar dia.

Diaz menyampaikan persoalan kebakaran lahan ini tak bisa diselesaikan satu pihak belaka.

Ia menekankan penyelesaian ini membutuhkan bantuan seluruh pihak, termasuk pihak swasta.

“Di hulu kami (Kementerian Lingkungan Hidup) cegah dengan surat edaran Menteri LH tentang larangan pembukaan lahan dengan cara membakar, membina Masyarakat Peduli Api, membangun UPT Pengendalian Kebakaran Lahan dan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove,” ucapnya

Dalam keterangannya, Diaz menyampaikan fenomena karhutla sendiri mulai terdeteksi sejak awal tahun di tengah kondisi cuaca yang kering.

Mengutip data BPBD, luas karhutla di Kalimantan Barat mencapai lebih dari 30.000 hektare dari Januari hingga Juli 2026.

Pada kesempatan ini, selain meninjau lokasi Diaz turut menyerahkan bantuan dari KLH/BPLH berupa 5 unit peralatan pemadaman kebakaran dan 10 boks masker, serta bantuan tambahan dari PT Antam Tbk.
berupa 1 paket sumur bor dan 5 boksmasker medis yang disalurkan ke masyarakat terdampak di Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *