Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Dorong Daya Saing UMKM dan Ekraf, Menko PM Jadikan Kota Batu Model Percontohan Nasional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Malang | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar mengemukakan peluncuran program Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu, Jawa Timur menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan strategi untuk membawa UMKM naik kelas.

Menko Muhaminin di Kota Batu, Rabu, mengatakan, program PBC merupakan usaha bersama mendukung perkembangan UMKM ke arah mandiri, kokoh, inovatif, dan berdaya saing.

“Perintis Berdaya Connect di Batu bagian upaya kami terus mendorong UMKM naik kelas, agar kolaborasi produktif, maka setiap daerah tentu berbeda dalam menumbuhkembangkan dan mendorong UMKM naik kelas,” kata Cak Imin, sapaan Menko PM Muhaimin Iskandar.

Ia menyatakan, di dalam program ini pemerintah bisa menjalankan berbagai peran, yakni sebagai agregator, fasilitator, dan menjadi jembatan perluasan akses usaha pelaku UMKM.

Selanjutnya, dengan program PBC pula pemerintah terus mendorong kemudahan pelaku usaha mendapatkan akses bahan baku, modal, pemasaran, dan teknologi dalam kebutuhan mengembangkan skala usahanya.

Seluruh komponen itu menjadi bagian penting dalam menciptakan dan menumbuhkan ekosistem UMKM di daerah, termasuk Kota Batu.

Bahkan, dia meyakini, apabila konsep ini dijalankan secara konsisten maka tak menutup kemungkinan Kota Batu mampu menjadi daerah percontohan dalam mengembangkan UMKM.

Selain itu, dia menyatakan PBC menjadi langkah pemerintah menggenjot pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) nasional melalui daerah.

“Tentu harus membuka pintu seluas-luasnya dan proaktif kepada usaha yang potensial serta kreatif agar dinaikkan kelasnya,” ujar dia.

Selain itu, Cak Imin juga menyoroti pola operasional fasilitas Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (PLUT-KUMKM) Kota Batu yang dinilainya telah berjalan maksimal.

Ia menyatakan, PLUT-KUMKM di Kota Batu tidak hanya beroperasi ketika ada gelaran acara tertentu, tetapi secara konsisten memberikan pendampingan reguler dan berkelanjutan kepada pelaku usaha.

“Ini patut menjadi model dan percontohan, PLUT yang aktivitasnya tumbuh terus ini menjadi model atau pola membangun ekosistem,” ucapnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *