Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Muktamar NU Ke-35: Kiai Said Didorong Jabat Rais Aam Demi Kuatkan Kemandirian Ekonomi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jombang | Harian Merdeka

Intelektual dan penulis Nahdlatul Ulama (NU), KH Ahmad Baso, menyatakan dukungannya terhadap KH Said Aqil Siroj untuk menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Dia optimistis Kiai Said akan mampu memajukan NU.

KH Said Aqil Siroj dinilainya memiliki rekam jejak dalam membangun kemandirian ekonomi NU ketika menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.

Salah satu warisan penting yang dinilai perlu dilanjutkan adalah penguatan koperasi syariah dan gerakan ekonomi berbasis warga NU.

Ia menjelaskan, koperasi syariah pada masa tersebut telah mendorong gerakan kemandirian ekonomi secara masif hingga ke tingkat cabang melalui gerakan Koin NU.

Selain itu, terdapat upaya memaksimalkan peran bank-bank NU di tingkat cabang.

Ahmad Baso mengaku mengetahui secara langsung perkembangan gerakan tersebut di sejumlah daerah di Jawa dan Madura.

Bahkan, menurut dia, di beberapa daerah gerakan ekonomi NU telah mampu membangun kemandirian dan menghasilkan aset dengan nilai lebih dari Rp1 miliar.

Namun, Ahmad Baso menyayangkan gerakan tersebut kemudian terputus setelah terjadi pergantian kepemimpinan pada Muktamar NU di Lampung.

Ia menilai sejumlah program penguatan ekonomi warga NU tidak lagi berjalan secara maksimal.

“Potensi anggota NU yang sangat besar semestinya dapat menjadi kekuatan ekonomi untuk memperkuat aset dan kemandirian organisasi, ” jelas Kiai Baso dalam Forum Mimbar Muktamar NU di Aula Dirosah Al-Amin Ponpes Al-Maliki 2 Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Jumat (28/8/2026).

Ahmad Baso mengatakan, momentum dari Tambakberas harus melahirkan agenda yang lebih besar dan maslahat bagi warga Nahdliyyin.

Spirit tersebut, menurutnya, sejalan dengan gagasan kemandirian ekonomi yang diwariskan KH Abdul Wahab Hasbullah.

“Dari Tambakberas ini harus lahir sesuatu yang lebih maslahat. Apa yang maslahat itu? Kita kembalikan kepada spirit yang dibawa Mbah Wahab: spirit kemandirian ekonomi,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak para muktamirin untuk mempertimbangkan calon Rais Aam yang memiliki suara, dedikasi, komitmen, serta rekam jejak dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi NU.

Dari sepuluh calon Rais Aam ini, Kiai Said adalah salah satu yang memiliki rekam jejak tersebut.

Selain rekam jejak ekonomi, Ahmad Baso juga menilai KH Said Aqil Siroj memiliki keberanian sebagai pemimpin moral, termasuk dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.

Ia mengingatkan kembali sikap KH Said Aqil Siroj yang pernah menyatakan bahwa NU dapat melakukan boikot apabila pajak yang dibayarkan masyarakat diselewengkan atau disalahgunakan oleh negara. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *