Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Cak Imin ke Gus Kikin: Jadikan Pengalaman Lima Tahun Terakhir Pelajaran bagi PBNU

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyampaikan ucapan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031.

Lewat akun X resminya, Muhaimin mendoakan Gus Kikin agar sukses menjalankan amanah dan senantiasa mendapat ridha serta pertolongan Allah SWT.

“Selamat berjuang Gus Kikin. Semoga sukses dalam ridho dan pertolongan Allah SWT,” kata sosok yang akrab disapa Cak Imin itu, Senin, 31 Agustus 2026.

Muhaimin juga menitipkan pesan agar Gus Kikin istiqamah dalam mengimplementasikan Qanun Asasi sebagai pedoman NU dalam menjalankan organisasi, khususnya dalam menapaki abad kedua.

“Selamat berjuang mengimplementasikan Qanun Asasi, semoga istiqomah selalu. Aamiin,” ujarnya.

Menko Pemberdayaan Masyarakat itu juga mengajak seluruh elemen NU untuk mengambil pelajaran dari berbagai pengalaman yang telah dilalui organisasi dalam lima tahun terakhir atau era kepemimpinan Yahya Cholil Staquf.

“Mari belajar dari pengalaman 5 tahun terakhir ini, insyaallah kebaikan akan menghapus keburukan,” tutur Muhaimin.

Pesan tersebut disampaikan Muhaimin menyusul terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU melalui Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Gus Kikin selanjutnya akan memimpin PBNU untuk masa khidmah 2026-2031 dan membawa NU memasuki fase perjalanan abad kedua. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *