Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wibowo Minta STABN Raden Wijaya Perkuat Prodi dan Kompetensi Lulusan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Wonogiri | Harian Merdeka

Anggota Komisi VIII DPR RI Wibowo Prasetyo mendorong Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri memperluas program studi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Menurut Wibowo, rencana peningkatan status STABN Raden Wijaya menjadi institut perlu diikuti penguatan akademik. Perubahan tersebut diharapkan dapat memberikan mahasiswa pilihan kompetensi dan peluang karier yang lebih beragam.

“Untuk menarik minat yang lebih luas, saya kira ini perlu diperluas,” ujar Wibowo saat mengikuti kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di STABN Raden Wijaya, Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (3/9/2026).

Wibowo menilai perubahan status kelembagaan dari sekolah tinggi menjadi institut tidak cukup hanya dengan perubahan nomenklatur. Transformasi tersebut harus dibarengi pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

“Misalnya program vokasi, itu sangat berdekatan dengan dunia kerja,” kata politikus Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, keberadaan program studi yang lebih beragam dapat memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai minat dan kebutuhan masa depan. Dengan begitu, lulusan STABN Raden Wijaya memiliki pilihan bidang yang lebih luas untuk menunjang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Selain perluasan program studi, Wibowo menekankan pentingnya kesiapan STABN Raden Wijaya dalam menjalani transformasi kelembagaan. Penguatan sumber daya manusia, kualitas akademik, dan kesiapan program pendidikan perlu dilakukan secara komprehensif agar perubahan status memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa dan masyarakat.

“Ini harus didorong untuk membuka sebanyak mungkin program studi yang relevan, agar toleransi beragama dan moderasi beragama lebih jauh terealisasi dan terjadi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Wibowo berharap pengembangan STABN Raden Wijaya tidak berhenti pada perubahan status kelembagaan, tetapi mampu menjadikannya sebagai institusi pendidikan yang lebih komprehensif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Tidak hanya sekadar menyiapkan diri, tetapi juga menyiapkan kampus sebagai institusi pendidikan yang komprehensif,” pungkas Wibowo.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *