Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Martinelli Pamitan dari Arsenal, Nama Arteta Tak Masuk Ucapan Terima Kasih

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Gabriel Martinelli menulis pesan perpisahan setelah resmi meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan Al-Hilal. Namun, perhatian tertuju pada satu hal: tidak ada nama Mikel Arteta dalam ucapan terima kasih pemain asal Brasil tersebut.

Arsenal mengumumkan transfer Martinelli ke Al-Hilal pada Jumat (4/9/2026) dini hari WIB. Pemain berusia 25 tahun itu dilepas dengan nilai transfer 60 juta poundsterling dan menjadi penjualan termahal dalam sejarah Arsenal.

Martinelli memperkuat Arsenal sejak 2019. Namun, posisinya mulai tersisih sejak musim lalu.

Pada awal musim 2026/2027, Martinelli bahkan tidak masuk skuad Arsenal dalam dua pertandingan pertama Premier League. Ia kalah bersaing dengan Christos Tzolis dan Eberechi Eze.

Setelah resmi meninggalkan Arsenal, Martinelli mengunggah pesan perpisahan melalui media sosial. Pesan tersebut menarik perhatian karena tidak menyebut nama Arteta, yang memunculkan spekulasi mengenai hubungan keduanya.

Dalam pesannya, Martinelli justru menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya selama tujuh tahun di Arsenal.

“Saya hanya bisa berterima kasih kepada staf dan teman-teman setim saya. Terima kasih kepada para chef, staf perlengkapan, dokter, penjaga pintu, staf keamanan, tim media, staf kebersihan, fisio, dan setiap rekan setim yang pernah jadi bagian dari cerita saya sejak 2019 sampai sekarang. Terima kasih kepada semua yang membantu saya berkembang selama perjalanan ini,” tulis Martinelli di akun media sosialnya, seperti dikutip Mirror.

Martinelli kemudian menyampaikan apresiasi kepada para pendukung Arsenal.

“Dan kepada fans, terima kasih untuk segalanya. Sejak hari pertama saya, kalian membuat saya seperti ada di rumah sendiri. Setiap kali saya masuk ke lapangan, terlepas dari segalanya, saya mencoba habis-habisan untuk seragam ini. Untuk Arsenal, terima kasih atas kepercayaannya kepada saya dan karena telah memberi saya kesempatan untuk unjuk gigi.”

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarganya dan sang istri yang selalu memberikan dukungan selama menjalani karier di Arsenal.

“Yang paling penting, saya ingin berterima kasih kepada keluarga dan istri saya, yang sudah ada di sisi saya di sepanjang perjalanan ini, memberi saya dukungan emosional yang saya butuhkan untuk mengatasi tantangan yang hanya kami yang tahu. Ini perjalanan yang panjang, terlalu banyak sejarah dan sekarang harus berakhir.”

Martinelli mengaku berat menuliskan pesan perpisahan setelah tujuh tahun membela Arsenal.

“Saya menulis ini dengan air mata, begitu sulit menuliskan tujuh tahun ke dalam kata-kata. Dari 35 ke 11. Sekali Gunner, Tetap Gunner. Selamat tinggal, dan sekali lagi terima kasih,” tulisnya.

Tidak disebutnya nama Arteta dalam pesan tersebut menjadi perhatian di tengah perjalanan Martinelli yang mulai tersisih dari skuad utama Arsenal. Meski demikian, pesan tersebut tidak secara langsung menjelaskan adanya masalah antara Martinelli dan Arteta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *