Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, DLH Imbau Warga Batasi Aktivitas Luar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai sejumlah wilayah Jakarta.

Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan langkah utama yang perlu dilakukan masyarakat adalah mengurangi paparan abu dan melindungi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

“Kami memahami kekhawatiran warga. Langkah terpenting saat ini adalah mengurangi paparan dan melindungi keluarga, terutama anak-anak, lansia, dan anggota keluarga yang memiliki gangguan pernapasan,” kata Dudi kepada wartawan, Minggu (6/9/2026).

DLH DKI juga mengimbau pengelola sekolah, penyelenggara kegiatan, dan pemberi kerja menyesuaikan aktivitas luar ruang dengan kondisi di wilayah masing-masing.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan abu, Dudi meminta penggunaan masker N95 atau masker setara yang terpasang rapat dan menutupi hidung serta mulut.

“Kami memahami ada warga yang tetap harus bekerja di luar. Karena itu, pemberi kerja perlu menyediakan perlindungan yang sesuai dan menyesuaikan pekerjaan ketika paparan meningkat. Untuk petugas kebersihan, saya meminta ketersediaan masker, pelindung mata, serta pengaturan kerja yang aman menjadi perhatian jajaran,” ujarnya.

Berdasarkan informasi BMKG per 6 September 2026 pukul 05.00 WIB, sebaran abu vulkanik mencakup sebagian wilayah Jakarta. Saat hujan abu terjadi, warga dianjurkan berlindung di dalam bangunan dan menutup pintu serta jendela untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Dudi juga meminta hasil pemantauan kondisi lingkungan disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami masyarakat. Setiap perubahan kondisi diharapkan segera diikuti dengan pembaruan informasi agar warga dapat mengambil langkah yang tepat.

“Saya meminta hasil pemantauan disampaikan secara terbuka dan mudah dipahami. Setiap perubahan kondisi harus segera diikuti pembaruan informasi agar warga tahu langkah yang perlu dilakukan. Perlindungan petugas kebersihan di lapangan juga harus dipastikan,” katanya.

Sementara itu, apabila terdapat endapan abu vulkanik di rumah, masyarakat dianjurkan membersihkannya menggunakan lap atau pel yang lembap. Abu sebaiknya tidak disapu karena dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup.

Warga yang mengalami keluhan pernapasan akibat paparan abu juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Masyarakat Jakarta dapat menghubungi layanan darurat 112 untuk mendapatkan bantuan medis.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *