Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

NasDem Harap Koalisi Pemerintah Tetap Solid Usai Pidato AHY Soal Pemilu

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa berharap koalisi pemerintah tetap solid di tengah isu manuver salah satu partai anggota koalisi.

Pernyataan itu disampaikan Saan merespons pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dinilai sebagai sinyal calon penantang pada Pilpres mendatang.

Menurut Saan, seluruh partai koalisi seharusnya memiliki komitmen bersama untuk mengawal program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Setidaknya NasDem berharap bahwa koalisi ini tetap solid, koalisi ini tetap punya komitmen yang sama untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo ini,” kata Saan di kompleks parlemen, Rabu (9/9).

Meski demikian, Saan yang juga Wakil Ketua DPR RI menghormati sikap politik masing-masing partai koalisi. Ia juga menyetujui prinsip pembatasan kekuasaan karena konstitusi membatasi masa jabatan presiden dan wakil presiden maksimal dua periode.

“Dan tentu sebagai sebuah sikap politik sebuah partai, kita menghormati dan menghargai saja,” katanya.

Namun, Saan menilai persoalan bangsa, terutama di tengah kondisi geopolitik saat ini, harus dihadapi bersama. Karena itu, seluruh partai koalisi perlu memiliki sikap yang sama untuk membantu pemerintah.

“Sikap-sikap terbaik yang, sikap-sikap politik, itu tetap harus mengedepankan semangat untuk memberikan jaminan kepastian dan stabilitas politik agar program ini bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Pidato AHY Soal Pemilu

Sebelumnya, AHY dalam pidatonya pada rangkaian HUT ke-25 Partai Demokrat di kantor DPP Demokrat, menyinggung sejumlah isu terkait pemilu.

AHY meminta seluruh kader, baik yang berada di eksekutif, legislatif, maupun kepala daerah, untuk senantiasa peka dan jujur terhadap kenyataan yang dirasakan rakyat di lapangan.

Ia juga menyinggung pentingnya profesionalisme dan netralitas seluruh alat serta aparatur negara, terutama ketika pemilu.

“Kita patut belajar dari 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, termasuk ketika pergantian kekuasaan berlangsung damai dan demokratis setelah dua periode. Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu,” ujar AHY.

Catatan: Frasa “dinilai sebagai sinyal calon penantang” sebaiknya tetap disertai atribusi yang jelas jika ingin dipertahankan, karena merupakan interpretasi atas pidato AHY, bukan pernyataan langsung dari AHY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *