Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pedro Acosta Jagokan Marc Marquez Rebut Gelar MotoGP 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Misano I Harian Merdeka

Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 diprediksi berlangsung sengit hingga seri terakhir. Namun, rider KTM Pedro Acosta menjagokan Marc Marquez untuk keluar sebagai juara.

Marquez saat ini kembali mendekati posisi teratas setelah sempat tertinggal 90 poin dari Jorge Martin. Rider Ducati tersebut kini hanya terpaut 19 poin dari Martin dan unggul lima poin atas Marco Bezzecchi dalam klasemen sementara.

Dengan sembilan seri tersisa, peluang Marquez untuk merebut gelar juara dunia masih terbuka lebar. Persaingan akan berlanjut pada MotoGP San Marino 2026 di Misano akhir pekan ini.

Marquez memiliki catatan impresif di Misano. Ia menjadi salah satu pebalap tersukses di sirkuit tersebut dan berhasil memenangi dua edisi terakhir.

Acosta melihat performa dan pengalaman Marquez sebagai modal penting dalam perburuan gelar. Ia menilai sejumlah sirkuit yang tersisa juga lebih menguntungkan bagi pebalap Ducati tersebut.

“Masalahnya adalah, Marc telah memperoleh banyak sekali angka sehingga dia sudah membangun banyak momentum di musim ini,” kata pebalap berusia 22 tahun itu dilansir Motorsport. “Ada sirkuit-sirkuit di depan yang sangat cocok dengan dia.”

Menurut Acosta, hanya beberapa sirkuit yang dinilai berpotensi menyulitkan Marquez, termasuk Indonesia dan Portimao.

“Terlepas dari Indonesia, kurasa tidak ada satu sirkuit pun yang tidak dia menangi. Dari seluruh balapan yang tersisa, hanya itu dan Portimao yang bisa berjalan buruk buat dia: kurasa dia belum pernah finis di sana.”

Acosta juga menilai konsistensi menjadi keunggulan lain yang dimiliki Marquez. Bahkan ketika tidak berada dalam kondisi terbaik, Marquez dinilai masih mampu mengumpulkan poin penting.

“Dan bahkan seandainya mereka tidak menghapus Qatar dari kalender, dia telah membangun banyak sekali momentum dan di hari yang buruk, dia masih mendapatkan angka di manapun,” sambung El Tiburron.

Persaingan menuju gelar juara dunia diperkirakan semakin ketat seiring berjalannya sembilan seri terakhir. Marquez harus menghadapi Martin dan Bezzecchi yang masih memiliki peluang untuk mempertahankan posisi mereka di papan atas.

Namun, Acosta menilai pengalaman Marquez dapat menjadi faktor pembeda dalam situasi tekanan tinggi.

“Di saat Marc harus mendesak, dia akan melakukannya seperti yang dia lakukan di tikungan pertama di Aragon. Jadi, kurasa ini akan jadi persaingan ketat sampai balapan terakhir, tapi Marc itu kan pebalap yang punya pengalaman terbanyak. Dia seharusnya memenangi kejuaraa dunia ini,” Acosta menyimpulkan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *