Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolda Banten Pastikan Jasad di Enggano Adalah Awak Kapal 5 Jurnalis

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Serang | Harian Merdeka

Teka-teki penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Provinsi Bengkulu, akhirnya menemui titik terang. Lewat uji DNA, jenazah tersebut dipastikan sebagai Surakman, anak buah kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Mayat yang sempat dilabeli sebagai “Mr X” ini pertama kali ditemukan pada Sabtu (12/9/2026). Saat ditemukan, korban memiliki ciri-ciri mengenakan celana hitam, tinggi badan sekitar 163 cm, dan diperkirakan berusia 50 tahun.

“Terungkapnya identitas korban bermula dari proses identifikasi dan pencocokan data yang intensif Kabid Dokkes Polda Bengkulu berkoordinasi dengan kabid Dokkes Polda Banten, didukung oleh tim disaster victim identification (DVI) Polri,” ujar Kapolda Banten Irjen Pol Hengki dalam jumpa pers di Mapolda Banten, Rabu (23/9/2026).

Tim gabungan ini membandingkan data antemortem dan postmortem dari delapan keluarga korban yang hilang.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri, genetik mayat Mr X terbukti identik dengan keluarga Surakman,” lanjut Irjen Hengki.

Kilas Balik Tragedi KM Arupadhatu 1

Surakman merupakan satu dari delapan orang yang berada di atas KM Arupadhatu 1. Kapal nahas tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.

Rombongan ini memiliki misi peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dari delapan orang di kapal, lima di antaranya adalah jurnalis, yakni M Bagus Khoerunnas (Antara), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firdaus Jaidi (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).

Sementara itu, tiga orang lainnya merupakan awak kapal, yakni Warta (kapten), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Sebelum dinyatakan hilang kontak, rombongan sempat berkomunikasi dengan keluarga dan rekan sejawat. Bagus sempat mengirimkan swafoto bersama rekan-rekannya kepada sang istri, Desi Purnamasari.

Pada pukul 14.42 WIB, Bagus juga masih sempat mengabarkan posisinya kepada jurnalis Antara Biro Lampung yang berada di Pulau Sebesi. Komunikasi terakhir tercatat pada pukul 18.13 WIB, saat Heriyanto mengirimkan foto yang memperlihatkan dirinya berada di sekitar perairan Anak Krakatau. Setelah itu, tidak ada lagi sinyal dari kapal tersebut.

Hilangnya kontak resmi dilaporkan oleh pimpinan Antara Biro Banten kepada Basarnas pada Selasa (8/9/2026). Laporan ini langsung direspons dengan operasi pencarian masif via laut dan udara.

Tim SAR gabungan telah menyisir perairan Gunung Anak Krakatau, Pulau Rakata, Pulau Panjang, Sebesi, Sebuku, Lagundi, Tanjung Tua, hingga kawasan Pulau Panaitan, Ujung Kulon, dan perairan Lampung sebelum akhirnya titik terang muncul dari pesisir Enggano. Namun, hingga hari kesepuluh pencarian tiga awak kapal dan lima jurnalis tidak ditemukan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *