Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pemerintah Siapkan CNG dan Jaringan Gas LPG 3 Kg Bakal Dikurangi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Pemerintah mulai menyiapkan langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG, termasuk LPG bersubsidi tabung 3 kilogram. Sebagai gantinya, sejumlah sumber energi alternatif mulai dipersiapkan, salah satunya compressed natural gas (CNG).

Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika mengatakan, pengurangan volume LPG akan dilakukan bersamaan dengan penyediaan energi alternatif.

“Kan nanti tahun depan kan sudah mulai ada CNG dan seterusnya,” ujar Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (25/9/2026).

Menurut Erani, kebijakan tersebut harus memperhatikan sejumlah kepentingan secara bersamaan. Pemerintah tidak hanya dituntut mengurangi ketergantungan terhadap impor, tetapi juga memastikan pasokan energi dalam negeri tetap tersedia dengan harga yang stabil.

“Ya, banyak hal. Tapi kan pemerintah itu tugas utamanya membangun keseimbangan antara kepentingan untuk mengurangi ketergantungan impor, kemudian pasokannya dalam negeri, stabilitas harga, dan seterusnya,” jelasnya.

Untuk tahap awal, pemerintah dan DPR telah menyepakati volume LPG tabung 3 Kg pada 2027 sebesar 8 juta metrik ton (MT). Di saat yang sama, pemerintah masih mencari sumber pengadaan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG.

“Sambil pemerintah mencari beberapa sumber untuk pengadaan alternatif energi di luar LPG,” kata Erani.

CNG hingga Jaringan Gas Erani menyebut CNG bukan satu-satunya alternatif yang disiapkan. Pemerintah juga mendorong pembangunan jaringan gas serta transmisi pipa sebagai bagian dari diversifikasi sumber energi.

“Ya, seperti yang kita ketahui, untuk gas misalnya ada pembangunan jaringan gas, ada pembangunan transmisi pipa, ada rencana untuk kompor gas, macam-macam lah jalan yang dipakai itu. Tapi kan nggak terlalu gede,” tuturnya.

Menurut Erani, peralihan tersebut tidak dapat dilakukan sekaligus. Pemerintah akan menjalankannya secara bertahap dengan menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan pasokan energi.

“Ya, kita mulai satu per satu. Ya kan nggak bisa langsung semuanya,” pungkasnya.

Subsidi Listrik 2027 Dalam pembahasan anggaran energi, pemerintah dan DPR juga telah menyepakati subsidi listrik tahun berjalan 2027 sebesar Rp117,84 triliun angka tersebut sama dengan nominal yang tercantum dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027.

Sementara itu, subsidi listrik kurang bayar tahun 2025 tetap dialokasikan sebesar Rp12,26 triliun. Dengan demikian, tahun 2027 akan menjadi periode penting bagi pemerintah untuk menjalankan diversifikasi energi, sekaligus menjaga agar perubahan penggunaan energi tidak mengganggu ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bagi masyarakat.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *