Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Bappisus Investigasi Mendalam Lapas Cibinong, Misteri Hilangnya Perabotan Mewah Jadi Sorotan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bogor I Harian Merdeka

Misteri berubahnya kondisi sejumlah hunian di kompleks Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, memasuki babak baru.

Pemerintah melalui Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) akan melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi setelah Ombudsman RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi tersebut.

Hal itu ditegaskan Aries yang memastikan setiap temuan akan ditelusuri secara objektif, termasuk pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan pelanggaran.

“Nanti kita investigasi. Kalau ada sesuatu yang tidak benar di situ, dilakukan oleh siapa? Kita akan tindak,” tegas Aries.

Aries menginstruksikan agar seluruh tahapan investigasi dilakukan secara objektif dan profesional. Prinsip praduga tak bersalah juga harus tetap dikedepankan selama proses pemeriksaan berlangsung.

Namun demikian, apabila hasil investigasi menemukan adanya pelanggaran, pemerintah memastikan tidak akan tinggal diam.

Seluruh pihak yang terbukti terlibat dan bertanggung jawab akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, Ombudsman RI mengungkap temuan mengejutkan saat melakukan sidak ke Lapas Cibinong. Ombudsman menemukan sejumlah bangunan yang disebut menyerupai rumah kluster di dalam kawasan lapas.

Bangunan tersebut dilengkapi fasilitas hunian layaknya rumah, mulai dari kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi hingga sejumlah perangkat elektronik.

Temuan tersebut kemudian menjadi perhatian publik karena keberadaan fasilitas yang dinilai berbeda dari gambaran umum hunian narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan.

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah terdapat perbedaan kondisi antara sidak Ombudsman pada Rabu dengan pemeriksaan yang dilakukan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Bappisus pada Jumat.

Sejumlah perabotan yang sebelumnya terlihat dalam temuan Ombudsman disebut tidak lagi berada di lokasi ketika pemeriksaan berikutnya dilakukan.

Perubahan kondisi dalam rentang waktu yang relatif singkat itu kini menjadi salah satu bagian penting yang akan ditelusuri dalam investigasi.

Pertanyaan besarnya adalah: ke mana perabotan tersebut dipindahkan, siapa yang memindahkan, kapan dilakukan, dan atas perintah siapa?

Pemerintah akan mengusut rangkaian kejadian tersebut berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan di lapangan.

Investigasi Bappisus diharapkan tidak hanya berhenti pada keberadaan fasilitas di dalam kompleks Lapas Cibinong, tetapi juga menelusuri proses pengadaan, penggunaan, kepemilikan, hingga kemungkinan adanya pihak yang memberikan atau menikmati fasilitas tersebut.

Jika ditemukan pelanggaran, proses pemeriksaan akan diarahkan untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab serta bentuk pelanggaran yang terjadi.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara objektif dan tidak boleh mendahului hasil pemeriksaan.

Dengan demikian, misteri perubahan kondisi hunian antara sidak Ombudsman dan pemeriksaan pemerintah kini menjadi salah satu titik penting dalam investigasi Bappisus.

Publik pun menunggu hasil pemeriksaan: apakah perubahan tersebut hanya merupakan tindakan administratif, pemindahan sementara, atau terdapat persoalan lain yang membutuhkan pertanggungjawaban.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *