Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Wapres Gibran Minta Pemulihan Pascabanjir Bandang Solok Tak Sekadar Bersihkan Lumpur

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Solok I Harian Merdeka 

Wakil Presiden (Wapres) menegaskan pemulihan pascabanjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Pemerintah diminta memastikan kerusakan infrastruktur segera ditangani agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

“Yang paling penting, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai berhenti,” pinta Wapres.

Menurut Wapres, proses pemulihan tidak berhenti ketika air banjir mulai surut. Material yang terbawa banjir, mulai dari lumpur, pasir, batu, kayu hingga longsoran, harus segera dibersihkan agar akses masyarakat kembali terbuka.

Selain pembersihan material, pemerintah juga perlu mempercepat perbaikan jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana.

Kawasan permukiman, lahan pertanian, masjid, fasilitas umum hingga kantor pemerintahan juga menjadi bagian penting dalam tahap rehabilitasi.

Pemulihan tersebut harus dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi. Dengan begitu, aktivitas warga, distribusi bantuan serta pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

Sejalan dengan arahan tersebut, Bupati Solok Jon Firman Pandu menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas dalam rapat koordinasi penanganan dampak banjir bandang di Posko Utama.

Salah satu kebutuhan yang dinilai penting untuk jangka panjang adalah pembangunan sabo dam sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana serupa di kemudian hari.

“Rencana pembangunan sabodam ke depan ini penting. Selain itu perbaikan gedung kantor yang berkaitan dengan pelayanan publik, perbaikan sawah, rumah, dan masjid,” ujar Jon Firman Pandu.

Pembangunan sabo dam diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemulihan, tetapi juga langkah pencegahan agar material longsoran dan aliran sedimen dapat lebih terkendali ketika terjadi bencana.

Di sisi lain, perbaikan rumah warga, tempat ibadah, lahan

pertanian dan fasilitas pelayanan publik menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *