Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo dan Surya Paloh Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Guruh

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka 

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa atas kepergian Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra, adik kandung Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang wafat pada Sabtu pagi.

Ucapan duka cita tersebut diunggah Presiden Prabowo melalui fitur Instastory pada akun Instagram resmi @prabowo dan disertai gambar sketsa pensil wajah Guruh Soekarnoputra.

“Innaa lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun. Turut berduka cita atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra,” demikian tulis unggahan tersebut seperti dikutip di Jakarta pada Sabtu.

Sementara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh melayat ke rumah duka almarhum Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan (Jaksel). Surya Paloh mengenang Guruh sebagai sosok adik sekaligus sahabat dekat.

Surya Paloh menyampaikan rasa duka yang mendalam atas berpulangnya almarhum Guruh. Dia mendoakan yang terbaik bagi almarhum.

“Kita hari ini merasa berdukacita ya. Seorang adik bagi saya, seorang sahabat, dalam perkenalan yang cukup panjang. Dia telah berpulang. Kita mendoakan agar dia ditempatkan di sisi yang baik,” kata Surya Paloh di lokasi Sabtu (26/9/2026).

Menurut Paloh, Guruh merupakan figur yang melekat erat dengan seni dan kebudayaan Indonesia. Dia menyebut, karya-karya Guruh dikenal lintas generasi.

“Bagaimanapun sosok Guruh kita kenal sebagai yang lebih sarat dengan budaya. Sebagai seorang budayawan menurut saya,” tutur Paloh.

“Kita semuanya barangkali ketika kalian kembali mungkin masa remaja kalian atau masa kecil, dengan Swara Maharddhikanya, dia merupakan sosok yang melahirkan banyak kreativitas dari seni tari dan budaya kita,” lanjutnya

Surya Paloh juga menceritakan saat kerap bertukar pikiran dengan Guruh. Salah satunya ketika almarhum Guruh sempat menanyakan pendapat Paloh tentang partai politik.

“Dia sering berkonsultasi sama saya. Dulu juga pernah bicarakan apakah saya pantas untuk menjadi pimpinan, pucuk pimpinan partai ini, PDI,” kenang Paloh.

Mendengar hal itu, Paloh sebagai seorang kakak lantas menyarankan agar Guruh tetap fokus di ranah seni dan budaya.

“Nah, saya ingatkan, sebenarnya sebagai kakak saya bilang, kamu lebih cocok untuk lebih fokus di dalam bidang seni budaya. Jadi saran ini dia ikutin juga,” ucapnya.

Saran tersebut diterima dengan baik oleh Guruh, dan keakraban keduanya terus terus terjaga hingga akhir hayat.

“Komunikasi ini tetap berjalan baik dan mudah-mudahanlah kita mengenal dia sebagai seorang yang sebenarnya orang yang sangat mudah untuk bergaul ya, kepada siapa saja ya. Itulah dia,” imbuh Paloh.

Surya Paloh mengaku cukup terkejut dengan kabar kepergian Guruh. Dia menuturkan baru mengetahui kondisi Guruh yang jatuh sakit kemarin.

“Saya baru, baru tahu terus terang aja kemarin sore ya. Dan tadi saya, pagi sudah mendapatkan berita beliau telah berpulang,” pungkasnya.

Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada Sabtu (26/9) pukul 04.16 WIB di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta. Anak bungsu Presiden Sukarno dan Fatmawati itu meninggal dunia di usia 73 tahun.

Guruh dikenal sebagai seniman, budayawan, pencipta karya seni, dan politikus PDIP. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *