Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kapolri Ajak Ulama dan Umara Bergandengan Tangan Rawat NKRI

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut ulama memiliki peran penting sebagai lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara Indonesia.

Hal itu disampaikan Listyo Sigit dalam acara Ngaji Kebangsaan bersama K.H. Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu.

Menurut Listyo Sigit, peran ulama telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan, ulama bersama umara turut berkontribusi menjaga bangsa dan negara.

“Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat, serta doa bagi bangsa dan negara,” ucap Listyo Sigit.

Ia menilai peran tersebut tetap dibutuhkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Terlebih, Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman sehingga perlu terus dijaga dan dikelola dengan baik agar menjadi kekuatan dalam mempertahankan persatuan.

Bagi Polri, bimbingan dan doa para ulama juga memiliki arti penting dalam mendukung personel menjalankan tugas. Dukungan tersebut dinilai membantu kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memberikan perlindungan serta pengayoman kepada masyarakat.

Listyo Sigit berharap kebersamaan antara ulama dan umara terus terjaga. Menurutnya, sinergi tersebut penting untuk menjaga persatuan, merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

“Mari, umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *