Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

TEI 2026 Diburu Buyer dari 113 Negara, 1.533 Eksportir Siap Tawarkan Produk Indonesia ke Pasar Global

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang I Harian Merdeka

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 mulai menunjukkan geliat kuat menjelang pelaksanaannya. Hingga akhir September 2026, buyer internasional dari 113 negara telah mendaftarkan diri untuk menghadiri ajang perdagangan terbesar Indonesia tersebut.

Di sisi lain, sebanyak 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah mendaftar sebagai ekshibitor. TEI 2026 akan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan tingginya jumlah negara asal buyer dan pelaku usaha yang mendaftar menunjukkan besarnya minat terhadap TEI sebagai platform bisnis business-to-business (B-to-B).

“Banyaknya negara asal buyer dan ekshibitor yang mendaftar jelang TEI 2026 menunjukkan tingginya minat pelaku usaha mancanegara dan lokal untuk bertemu di platform business-to-business (B-to-B),” ujar Puntodewi dalam konferensi pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, Rabu (30/9/2026).

Menurut dia, TEI 2026 diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar global, membuka pasar baru, sekaligus memperluas jejaring bisnis internasional.

Buyer India Terbanyak

Dari 113 negara yang telah mendaftarkan buyer, India menjadi negara dengan jumlah buyer terbanyak. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir.

Kementerian Perdagangan menyebut tingginya partisipasi buyer internasional tidak terlepas dari dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta perwakilan perdagangan RI di berbagai negara.

Jaringan perwakilan RI tersebut aktif memperluas jejaring perdagangan sekaligus menjaring buyer potensial yang dinilai memiliki peluang kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.

Sementara itu, 1.533 ekshibitor Indonesia akan menampilkan produk dan jasa dalam lima zona utama. Zona Food, Beverage, and Agriculture Products menjadi kategori terbesar dengan 754 ekshibitor.

Berikutnya Fashion and Handicraft sebanyak 448 ekshibitor, Manufactured Products and Services sebanyak 183 ekshibitor, Furniture and Home Decor sebanyak 85 ekshibitor, serta Industrial Estate sebanyak 63 ekshibitor.

Puntodewi mengatakan pembagian berdasarkan zona tersebut dilakukan agar buyer internasional lebih mudah menemukan produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Dengan begitu, pembahasan bisnis dengan ekshibitor lokal bisa lebih terarah,” katanya.

Bidik Transaksi USD17,5 Miliar

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi kementerian Perdagangan menargetkan sekitar 1.500 ekshibitor dan 30.000 pengunjung hadir dalam ajang tersebut.

Lebih jauh, TEI 2026 ditargetkan menghasilkan potensi transaksi hingga USD17,5 miliar.

Selain transaksi perdagangan, TEI juga diarahkan menjadi ruang untuk membuka peluang investasi dan berbagai bentuk kerja sama bisnis antara pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional.

Untuk mengejar target tersebut, Kemendag telah melakukan berbagai kegiatan prapenyelenggaraan sejak Maret 2026.

Kegiatan itu meliputi perekrutan dan kurasi ekshibitor, penjaringan buyer, penyampaian daftar ekshibitor kepada perwakilan perdagangan RI di luar negeri, business matching hingga CEO Gathering.

Hingga 21 September 2026, telah berlangsung 17 sesi presentasi bisnis atau pitching dan persiapan business matching yang melibatkan 17 perwakilan RI dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Sebanyak 12 sesi dilakukan pada Agustus dan lima sesi lainnya pada September 2026.

Ada Business Matching hingga Komitmen Investasi

Selama pelaksanaan TEI 2026, pengunjung dan buyer internasional akan disuguhi berbagai agenda bisnis.

Mulai dari pameran produk ekspor Indonesia, business counseling, business matching, forum bisnis, penandatanganan nota kesepahaman, kesepakatan dagang, hingga komitmen investasi.

TEI 2026 juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara mitra.

Kemendag akan memfasilitasi kunjungan menteri dari sejumlah negara mitra. Bahkan, permintaan undangan telah datang dari Zimbabwe, Rusia, Uzbekistan, Inggris, dan Serbia.

Menariknya, pembiayaan TEI 2026 disebut tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pembiayaan berasal dari retribusi kepesertaan dan sponsor yang dikelola oleh Professional Event Organizer (PEO).

PEO juga melakukan kurasi terhadap peserta untuk memastikan pelaku usaha yang mengikuti TEI memiliki kesiapan dan kapasitas memasuki pasar internasional, baik dari sisi produksi, manajemen maupun kemampuan ekspor.

Perwakilan RI Jadi Jembatan Buyer dan Eksportir

Staf Ahli Bidang Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, mengatakan jaringan perwakilan RI di luar negeri memiliki peran penting dalam menjaring dan mengkurasi buyer potensial.

KBRI, KJRI, Atase Perdagangan, hingga Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) berperan memperluas jejaring perdagangan dan mempertemukan buyer dengan pelaku usaha Indonesia berdasarkan kebutuhan serta potensi kerja sama.

“Kami terus menjembatani pelaku usaha Indonesia dengan pasar internasional melalui jaringan perwakilan RI di luar negeri,” ujar Zelda.

Menurutnya, fasilitasi dilakukan mulai dari penyampaian informasi peluang pasar, promosi produk Indonesia, hingga mempertemukan pelaku usaha dengan buyer yang sesuai.

Sementara itu, PT Debindomulti Adhiswasti selaku PEO menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung proses bisnis selama TEI 2026.

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan penyelenggaraan TEI 2026 diperkuat kolaborasi dengan lebih dari 154 media lokal dan internasional.

Promosi juga dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah ajang perdagangan internasional di Rusia, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Australia.

Lebih dari 200 kamar juga disiapkan bagi buyer potensial yang telah melalui proses penjajakan dan dinilai memiliki potensi transaksi atau kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia.

Didukung Pertamina hingga Kadin

TEI 2026 mendapat dukungan sejumlah mitra strategis dan lembaga terkait. Pertamina tercatat sebagai mitra strategis, sedangkan Bank Mandiri menjadi bank mitra. Ajang ini juga mendapat dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), serta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Berkaca dari TEI 2025

Optimisme terhadap TEI 2026 juga tidak terlepas dari capaian penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Pada TEI 2025 yang berlangsung 15-19 Oktober 2025, tercatat potensi transaksi mencapai USD22,83 miliar.Ajang tersebut diikuti 1.619 ekshibitor, 8.045 buyer, dan 34.550 pengunjung.

Sejumlah produk yang mendapat permintaan cukup tinggi pada TEI 2025 antara lain produk pertambangan, logam mulia, minyak sawit dan turunannya, arang dan briket, serta suku cadang kendaraan.

Buyer terbanyak pada TEI 2025 berasal dari Malaysia, Tiongkok, India, Nigeria, dan Mesir.

Dengan jumlah buyer yang telah berasal dari 113 negara dan lebih dari 1.500 pelaku usaha Indonesia yang telah mendaftar, TEI 2026 akan menjadi salah satu momentum penting bagi pelaku usaha nasional untuk memperluas akses ke pasar internasional.

Pemerintah berharap pertemuan langsung antara buyer global dan eksportir Indonesia tidak berhenti pada transaksi selama pameran, tetapi berlanjut menjadi kerja sama perdagangan dan investasi jangka panjang.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *