Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Perintah Tegas Presiden Prabowo ke Kapolri Baru: Sikat Narkoba hingga Judol

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri baru Jenderal Pol Suyudi Ario Seto untuk memberantas peredaran narkoba dan judi online (judol). Perintah itu diungkapkan Jenderal Suyudi seusai dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Suyudi menyatakan, Presiden Prabowo memberi perhatian besar terhadap penindakan berbagai kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya narkotika dan judol. Selain itu, Prabowo juga mengingatkan jajaran Polri untuk memberantas penyelundupan.

“Bapak Presiden selalu mengingatkan pada kami semua ya terutama dalam berbagai kegiatan dan juga kemarin pada saat rapat bersama, terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat,” kata Suyudi.

Suyudi menegaskan akan segera konsolidasi internal Polri. Selain itu, Suyudi juga akan memetakan berbagai persoalan di Korps Bhayangkara agar dapat menentukan langkah strategis berikutnya. .

“Kita akan melaksanakan konsolidasi internal, kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami,” katanya.

Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu menekankan pentingnya kehadiran Polri yang responsif dan mengedepankan pendekatan humanis kepada publik. Untuk itu, doktrin yang diusungnya dalam memimpin Polri adalah polisi bersama masyarakat.

“Memang sejatinya polisi harus selalu dekat dengan masyarakat, harus berada di tengah-tengah masyarakat dan juga dapat memberikan jawaban kepada masyarakat secara cepat dalam kerangka harkamtibmas,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Suyudi mengaku baru mendapat informasi dari pihak Istana untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan fit and proper test calon kapolri pada Kamis (1/10/2026) pagi atau sesaat sebelum rapat di DPR. Setelah mendapat informasi tersebut, Suyudi segera mempersiapkan diri untuk menjalani fit and proper test.

“Oh belum, belum. Jadi kalau itu kami baru mendapatkan informasi tadi pagi. Sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan ya paparan proper test,” ungkap Suyudi.

Meski persiapannya terbilang singkat, ia mengaku telah menyiapkan konsep kepemimpinan Polri secara matang.

“Ya kami sudah punya konsep-konsep ya, ya tentunya tadi dengan waktu yang terbatas kami matangkan kembali,” imbuhnya.

Suyudi juga meluruskan kehadirannya di Istana pada Selasa (29/9/2026) sebelumnya bukan untuk membahas jabatan kapolri. Suyudi mengatatakan, rapat saat itu hanya membahas mengenai rehabilitasi narkoba dan kelebihan kepadatan lapas.

“Kami hadir di kegiatan tersebut tentunya untuk kegiatan rapat ya bersama dengan kementerian terkait, membicarakan terkait dengan rehabilitasi dan juga terkait edukasi,” tegasnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *