Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Terpilih Jadi Ketua KWP Baru, Rafyq Panjaitan Diminta Rawat Solidaritas

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) demisioner masa jabatan 2024–2026 Ariawan meminta Ketua KWP yang baru Rafyq Panjaitan merawat solidaritas dan keutuhan jurnalis yang bertugas di kompleks parlemen, Senayan, di tengah dinamika politik yang makin dinamis.

Ia mengingatkan Rafyq Pandjaitan agar tidak pernah mengabaikan komunikasi intensif dengan seluruh anggota yang memiliki latar belakang media berbeda-beda.

Adapun Rafyq terpilih menjadi Ketua KWP dalam pemilihan di Wisma DPR RI, Bogor, Jawa Barat, Jumat.

“Saya menitipkan amanat besar ini kepada Rafyq Pandjaitan agar senantiasa menaruh perhatian ekstra pada nilai kebersamaan serta kekompakan seluruh jurnalis di lingkungan Parlemen,” kata Ariawan.

Ia mengatakan kekuatan utama organisasi wartawan bukan hanya diukur dari megahnya kegiatan, melainkan juga dari solidnya barisan anggota saat menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“KWP hanya bisa menjadi organisasi yang disegani dan berdampak luas apabila kepemimpinan baru mampu merangkul setiap perbedaan tanpa ada kelompok yang merasa ditinggalkan,” katanya.

Sementara itu, Rafyq menyatakan kesiapannya untuk merangkul seluruh lini wartawan guna melanjutkan warisan positif kepengurusan sebelumnya.

Iaa berkomitmen akan menjadikan KWP sebagai ruang kolaborasi yang inklusif. “Soliditas antarjurnalis Senayan menjadi fondasi utama gerakan kami,” kata Rafyq.

Menurut ia, tantangan media modern membutuhkan konsolidasi internal yang lebih kuat agar peran wartawan parlemen tetap relevan dan kritis.

“Rekomendasi dan wejangan dari senior Ariawan akan menjadi panduan moral bagi seluruh jajaran pengurus baru dalam menjalankan roda organisasi ke depan,” katanya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *