Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menteri PKP Resmikan Rumah Susun Santi Yayasan Nur Ilmi Prawira Subang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Subang | Harian Merdeka

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meresmikan Rumah Susun Yayasan Nur Ilmi Prawira yang diperuntukkan bagi santriwan dan santriwati di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin (5/10/2026).

Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak dan nyaman bagi para santri dalam mengakses pendidikan.

Pembangunan rumah susun tersebut diperuntukkan bagi Yayasan Nur Ilmi Prawira sebagai penerima bantuan dan diharapkan dapat mendukung kebutuhan tempat tinggal para santriwan dan santriwati selama menjalani pendidikan.

Rumah susun tersebut terdiri atas dua lantai dengan kapasitas 82 orang. Bangunan memiliki luas lahan sekitar 1.508 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 576,8 meter persegi. Pada lantai dasar tersedia kapasitas hunian untuk 36 orang serta dua tempat tidur single, sedangkan lantai dua memiliki kapasitas 44 orang.

Pembangunan rumah susun dilaksanakan pada tahun 2024 hingga 2025 dan kini telah dapat dimanfaatkan oleh para santriwan dan santriwati Yayasan Nur Ilmi Prawira.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri PKP Maruarar Sirait berdialog dengan penghuni untuk menerima masukan mengenai kondisi rumah susun setelah digunakan. Beberapa santriwan menyampaikan bahwa kondisi fasilitas rumah susun cukup baik. Air tersedia dengan baik dan tidak panas, sementara kondisi bangunan juga tidak mengalami keretakan maupun kebocoran.

Menanggapi hal tersebut, Maruarar meminta para penghuni untuk menyampaikan apabila terdapat kendala pada bangunan agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang kendala seperti bocor, tolong kasih tahu ya, nanti diperbaiki,” ujar Maruarar.

Rusun dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung. Selain ruang hunian, bangunan juga dilengkapi ruang pengelola, kamar mandi komunal, ruang wudhu, area cuci dan jemur, serta balkon. Selain itu, lokasi rumah susun yang dekat dengan sekolah turut memudahkan para santri dalam menjalani aktivitas pendidikan sehari-hari.

Keberadaan rumah susun tersebut diharapkan dapat memberikan hunian yang layak, nyaman, dan mendukung aktivitas pendidikan para santriwan dan santriwati Yayasan Nur Ilmi Prawira.

Kementerian PKP terus mendorong penyediaan hunian yang memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terciptanya lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *