Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menhaj Irfan Yusuf Tekankan Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Jemaah Berangkat Haji

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa kesiapan kesehatan menjadi salah satu syarat penting bagi jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara objektif untuk memastikan jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman.

Irfan mengatakan, kesiapan menunaikan ibadah haji tidak cukup hanya ditunjang kemampuan finansial. Kondisi fisik yang memadai juga diperlukan agar jemaah dapat menjalani seluruh tahapan ibadah.

“Saya ingin jemaah haji kita benar-benar siap. Bukan hanya punya uang untuk membayar dan berangkat, tetapi semuanya siap. Situasi di sana siap, secara fisik juga siap,” ujar Irfan dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Ia meminta tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan secara serius dan menyampaikan hasilnya sesuai kondisi masing-masing jemaah. Jika seseorang belum memenuhi persyaratan kesehatan, petugas diminta menjelaskan hasil pemeriksaan secara terbuka dan profesional.

“Jangan ragu, jangan takut, jangan khawatir. Kalau memang tidak bisa berangkat, sampaikan. Kalau hasil datanya, Bapak tidak bisa berangkat, mohon maaf, mungkin bisa dialihkan atau menunggu perbaikan tahun depan,” tegas Menhaj.

Menurut Irfan, penilaian kesehatan bukan dimaksudkan untuk mempersulit masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji. Langkah tersebut justru diperlukan untuk memastikan jemaah yang diberangkatkan memiliki kondisi fisik yang memadai.

Ia juga mengingatkan tenaga kesehatan agar menjaga integritas dan profesionalitas selama menjalankan tugas. Keputusan mengenai kesiapan jemaah harus berlandaskan hasil pemeriksaan, bukan pertimbangan di luar kondisi medis.

“Bukan saja bagian dari tugas, tapi bagian dari ibadah,” kata Irfan.

Kemenhaj Perkuat Koordinasi Layanan Kesehatan

Selain menekankan pemeriksaan kesehatan, Irfan menyoroti perlunya kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan haji.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong penguatan koordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan. Kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap peran rumah sakit daerah serta penguatan aspek operasional pelayanan kesehatan bagi jemaah.

Menurut Irfan, koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang terpadu. Dengan sinergi tersebut, kebutuhan kesehatan jemaah diharapkan dapat ditangani secara lebih optimal.

“Ini salah satu upaya kita untuk bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi jemaah haji,” ujarnya.

Irfan berharap seluruh tenaga kesehatan terus mengedepankan komitmen, integritas, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas. Pemeriksaan yang objektif dan koordinasi yang kuat diharapkan membantu memastikan jemaah yang berangkat memiliki kesiapan kesehatan yang memadai.

Dengan demikian, pelayanan kesehatan haji tidak hanya berfokus pada pemeriksaan sebelum keberangkatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melindungi keselamatan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *