Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Nezar Patria Dorong Media Arus Utama Lawan Hoaks dengan Jurnalisme Profesional

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mendorong media arus utama memperkuat jurnalisme profesional di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan misinformasi di media sosial. Media dinilai memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipercaya.

Nezar menegaskan, media perlu mempertahankan prinsip jurnalistik dan kode etik agar mampu menjadi rujukan publik di tengah derasnya arus informasi digital.

“Sin Po TV dan media-media arus utama yang lain bisa berdiri dengan tegak untuk bisa menjadi rumah penjernih informasi,” ujar Nezar saat bertemu awak media seusai peringatan HUT ke-3 Sin Po TV di Jakarta Barat, Minggu (18/10/2026).

Menurut Nezar, perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Kehadiran media sosial memungkinkan setiap orang memproduksi sekaligus mengonsumsi informasi tanpa harus melalui proses penyuntingan seperti di media profesional.

Perubahan tersebut memberikan kemudahan dalam penyebaran informasi. Namun, kondisi ini juga meningkatkan risiko beredarnya konten yang belum terverifikasi, termasuk informasi keliru yang dapat memengaruhi pemahaman masyarakat.

Nezar menilai media arus utama harus tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara bertanggung jawab. Proses verifikasi, pemeriksaan fakta, serta kepatuhan terhadap kode etik menjadi aspek penting untuk menjaga kualitas pemberitaan.

“Di tengah disrupsi teknologi media, terutama platform media sosial, yang masuk ke lanskap komunikasi kita saat ini, di mana semua orang bisa menjadi produsen informasi sekaligus juga konsumen informasi, kita tetap membutuhkan media yang menjalankan tugas-tugas jurnalistik sesuai kode etik secara profesional agar kita bisa menjaga lanskap informasi yang sehat,” jelasnya.

Media Sosial Tingkatkan Risiko Disinformasi

Nezar juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang semakin mengandalkan media sosial untuk memperoleh informasi. Tanpa kemampuan memeriksa kebenaran sumber, pengguna berisiko mempercayai dan menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta.

Ia mengingatkan bahwa hoaks, disinformasi, dan misinformasi menjadi tantangan serius dalam membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Masyarakat lebih banyak menerima informasi dari media sosial tanpa filter sehingga kita melihat ada banyak korban hoaks, ada juga yang rentan menjadi korban disinformasi dan misinformasi,” ungkap Nezar.

Dalam situasi tersebut, media profesional diharapkan tidak sekadar mengikuti kecepatan penyebaran informasi di platform digital. Ketepatan, akurasi, dan tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi landasan utama dalam menghasilkan berita.

Media juga dituntut mampu menyesuaikan strategi penyampaian informasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens. Adaptasi tersebut diperlukan agar pemberitaan yang telah melalui proses verifikasi tetap dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Jurnalisme Profesional Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Nezar meminta Sin Po TV dan Sin Po Media Grup terus membaca perkembangan zaman, khususnya perubahan teknologi yang memengaruhi industri media. Meski harus beradaptasi, media diharapkan tidak mengabaikan prinsip dasar jurnalistik.

Menurutnya, komitmen terhadap kebenaran merupakan faktor penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama.

“Tantangan untuk Sin Po TV dan Sin Po Media Grup adalah bagaimana bisa membaca gerak zaman ini dan gerak teknologi ini dengan tetap menerapkan prinsip-prinsip jurnalisme yang profesional. Hidupkan terus jurnalisme yang mengedepankan kebenaran,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keberadaan media yang mampu menyajikan informasi terverifikasi di tengah derasnya arus konten digital. Dengan menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, media arus utama diharapkan dapat membantu masyarakat membedakan fakta dari informasi yang menyesatkan sekaligus mendukung terciptanya ruang informasi publik yang lebih sehat.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *