Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Indonesia Dorong Keterlibatan Negara Berkembang dalam Tata Kelola Internet Global

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bali | Harian Merdeka

Indonesia mendorong peningkatan peran negara berkembang dalam tata kelola internet global agar kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan mampu mengakomodasi kepentingan berbagai negara.

Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Ismail, dalam acara Governmental Advisory Committee (GAC) Dinner pada rangkaian ICANN87 Annual General Meeting di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/10/2026).

Ismail mengatakan, keterlibatan negara berkembang menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola internet yang terbuka, aman, inklusif, dan tepercaya. Menurutnya, dialog serta kerja sama multipihak perlu terus diperkuat agar setiap negara memiliki kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan berkontribusi dalam pengambilan kebijakan global.

“Indonesia tetap berkomitmen mendukung terwujudnya internet yang inklusif dan tepercaya, sekaligus memperkuat kemitraan internasional serta meningkatkan partisipasi negara-negara berkembang,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, tata kelola internet global membutuhkan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, sektor swasta, komunitas teknis, dan masyarakat sipil. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan kebijakan internet dapat menjawab kebutuhan yang beragam.

Menurut Ismail, setiap negara memiliki prioritas dan tantangan berbeda dalam mengembangkan ekosistem digital. Meski demikian, seluruh pihak memiliki kepentingan bersama untuk menjaga internet tetap terbuka, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Indonesia meyakini bahwa dialog, saling pengertian, dan kerja sama multipihak merupakan kunci untuk mencapai tujuan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga menyoroti peran Governmental Advisory Committee (GAC) dalam menyampaikan perspektif kebijakan publik pada proses tata kelola internet internasional.

Melalui forum tersebut, pemerintah dapat bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan internet global sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya. Keterlibatan pemerintah dinilai penting agar perkembangan tata kelola internet turut mempertimbangkan kepentingan publik dan kebutuhan setiap negara.

“GAC memainkan peran penting dalam membawa perspektif kebijakan publik ke dalam tata kelola internet global,” tuturnya.

Selain melalui forum formal, Ismail menilai hubungan antarnegara juga perlu diperkuat melalui komunikasi informal yang dilandasi kepercayaan dan saling pengertian. Pertemuan seperti GAC Dinner dapat menjadi ruang untuk mempererat kemitraan serta membuka peluang kolaborasi pada masa mendatang.

Ia berharap, penyelenggaraan ICANN87 dapat mendorong kerja sama internasional yang lebih erat dan menghasilkan kemajuan dalam pengembangan tata kelola internet global.

“Semoga ICANN 87 menginspirasi keberlanjutan kolaborasi dan kemajuan yang bermakna untuk mewujudkan internet yang lebih baik bagi semua orang,” ujar Ismail.

Melalui partisipasi dalam forum internasional tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola internet yang inklusif dan tepercaya. Peningkatan keterlibatan negara berkembang, dialog terbuka, dan kolaborasi multipihak diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem digital yang bermanfaat bagi masyarakat dunia.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *