Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Buka Musrenbang HAM, Komisi XIII DPR Minta Kebijakan Tak Cuma Kejar Ekonomi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya menegaskan hak asasi manusia (HAM) harus menjadi spirit utama dalam pembangunan Indonesia.

Hal itu disampaikan Willy saat menghadiri pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Hak Asasi Manusia (Musrenbang HAM) 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

“Harus menjadikan tadi hak asasi manusia sebagai zeitgeist, sebagai spirit, sebagai elan untuk menuju Indonesia yang adil, makmur, sejahtera, berdaulat,” kata Willy dalam sambutannya.

Dengan menggunakan istilah zeitgeist atau semangat zaman, Willy menempatkan HAM bukan sekadar sebagai isu sektoral, melainkan nilai yang perlu menjiwai arah pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perspektif HAM masuk dalam proses perencanaan pembangunan sehingga orientasi pembangunan tidak hanya bertumpu pada capaian ekonomi, tetapi juga keadilan, kesejahteraan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Musrenbang HAM 2026 digelar Kementerian Hak Asasi Manusia pada 21–23 Oktober 2026 dengan tema “Memperkuat Perencanaan Pembangunan HAM yang Partisipatif, Responsif, dan Antisipatif.” Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi dan menyelaraskan kebijakan dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM di Indonesia.

Pembukaan Musrenbang HAM juga dirangkaikan dengan Kick Off Rangkaian Peringatan Hari HAM Sedunia ke-78, Rakor Penggerak HAM, serta Tasyakuran Hari Bhakti Kementerian HAM Tahun 2026.

Penekanan Willy terhadap HAM sebagai zeitgeist menjadi pesan penting agar agenda hak asasi manusia tidak berhenti pada regulasi dan program kelembagaan, tetapi menjadi nilai yang hidup dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *