Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Lantik DPP Petani NasDem, Surya Paloh Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh meminta agar gerakan perubahan yang diusung partainya tak lagi dibentur-benturkan dengan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Paloh saat melantik struktur kepengurusan DPP Petani NasDem periode 2026-2029 di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (22/10). Pada kesempatan itu, dia memerintahkan sayap organisasi partainya itu untuk ikut menjadi motor proyek kedaulatan pangan nasional.

“Jangan ada lagi yang membentur-benturkan Gerakan Perubahan dengan Asta Cita. Keduanya adalah satu napas untuk Indonesia. Petani NasDem harus menyatukan Gerakan Perubahan menuju Asta Cita Presiden Prabowo,” kata Paloh dalam sambutannya.

Ketua Umum DPP Petani NasDem, Arif Rahman, menegaskan organisasinya akan ikut menjawab masalah kemiskinan petani dan nelayan. Untuk itu, Petani NasDem, katanya, telah menyiapkan tiga program prioritas untuk petani, nelayan, dan masyarakat di sekitar hutan.

Pertama, pembangunan demonstration plot (demplot) pertanian terintegrasi seluas minimal dua hektare di 38 provinsi. Demplot dirancang sebagai sarana pengembangan potensi pertanian daerah, pencarian akses pasar sebelum masa tanam, serta penguatan ekosistem bisnis.

“Hasil produksi dari program tersebut juga akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor,” kata Arif.

Kedua, mengawal pelaksanaan Kampung Nelayan Merah Putih. Nantinya, dia akan mendorong budidaya ikan nila dan lele menggunakan sistem bioflok di setiap demplot.

Ketiga, pembentukan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK). Melalui program ini, dia mendorong akses legal bagi masyarakat untuk mengelola lahan di kawasan hutan tanpa merusak kelestarian lingkungan.

Nantinya, komoditas yang akan dikembangkan antara lain kopi, porang, aren, madu hutan, serta peternakan terpadu.

“Anak muda tidak perlu lagi ke Jakarta, mereka bisa menjadi juragan di desanya sendiri. Jika Petani dan Nelayan sudah Berdaya dan Berdaulat, maka Indonesia Jaya bukan lagi mimpi,” kata Arif. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *