Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Sultan Deli XIV Bersama Tokoh Lintas Agama Desak Penindakan Tegas Pelaku Karhutla

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Medan | Harian Merdeka

Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam bersama sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Sumatera Utara menyampaikan keprihatinan atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia. Mereka mendoakan agar bencana tersebut segera teratasi serta mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran.

Selain Sultan Deli XIV, seruan tersebut disampaikan KH Amirudin, Ruslan selaku Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia, KH Yudhikar Hadiyatuzi, serta Biku Utara Nanda, tokoh Buddha Tamil.

Mereka berharap penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, perlindungan masyarakat terdampak, dan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam mengatakan, dirinya mendoakan agar pemerintah Republik Indonesia dapat mengatasi karhutla dengan cepat sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

“Saya mendoakan agar karhutla yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia bisa selesai dengan cepat dan dapat teratasi oleh pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya.

Mahmud juga menyampaikan doa bagi masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan agar diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi bencana.

Menurut dia, masyarakat yang berada di wilayah terdampak membutuhkan perlindungan dan dukungan selama menghadapi situasi sulit akibat kebakaran dan asap.

Selain itu, Mahmud menyatakan dukungan terhadap langkah pemerintah untuk menindak tegas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terbukti menyebabkan karhutla.

“Saya juga mendukung penuh pemerintah Republik Indonesia untuk menindak tegas perusahaan-perusahaan sawit yang menyebabkan karhutla,” katanya.

Ia berharap penanganan bencana disertai penegakan hukum sehingga pihak yang terbukti bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

Seruan serupa disampaikan Ruslan, Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia. Ia mendoakan agar karhutla segera berakhir dan masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan serta ketabahan.

Ruslan meminta pemerintah melalui aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terhadap individu maupun perusahaan yang terbukti sengaja membakar hutan dan lahan.

Menurut dia, pihak yang bertanggung jawab harus diproses melalui jalur hukum agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Penindakan tersebut, kata dia, perlu menjadi bagian dari upaya menyeluruh untuk menangani karhutla dan mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Meski demikian, dugaan keterlibatan individu atau perusahaan tertentu harus dibuktikan melalui penyelidikan dan proses hukum. Identitas pihak yang bertanggung jawab tidak dapat ditetapkan hanya berdasarkan dugaan.

KH Amirudin, ulama di Sumatera Utara yang disebut sebagai pendiri dan pembina Pondok Pesantren Tasawudh dan Tahfizul Quran, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap karhutla.

Ia bersama para santri dan jajaran pesantren mendoakan agar Allah SWT memberikan pertolongan sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat segera diatasi.

Amirudin juga mendorong pemerintah mengambil kebijakan dan tindakan yang tepat untuk menangani kebakaran sekaligus menghentikan dampak asap yang ditimbulkannya.

Sementara itu, KH Yudhikar Hadiyatuzi meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi kabut asap. Ia mengingatkan bahwa dampak asap berpotensi melintasi batas wilayah negara dan memengaruhi masyarakat di luar Indonesia.

Yudhikar juga menyoroti pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, termasuk melindungi satwa yang menjadikan hutan sebagai habitatnya.

Ia mengajak pemerintah, ulama, dan masyarakat bekerja sama dalam mencegah serta menangani karhutla.

“Apabila ulama dan umara ini bersatu, insya Allah akan baik negaranya,” ujar Yudhikar.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, tokoh agama, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat memperkuat upaya penanganan bencana serta mencegah terjadinya pembakaran hutan dan lahan.

Keprihatinan juga disampaikan Biku Utara Nanda, tokoh Buddha Tamil. Ia mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah di Indonesia segera berakhir.

Ia berharap masyarakat yang terdampak diberikan kesabaran, kekuatan, dan ketabahan dalam menghadapi bencana tersebut.

Biku Utara Nanda juga menyatakan dukungan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti keterlibatan pihak-pihak yang terbukti terkait dengan karhutla.

Menurut dia, penanganan kebakaran hutan dan lahan penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Semoga kebakaran hutan di negara kita segera berakhir, demi berlangsungnya generasi masa depan dan lingkungan hidup yang baik,” ujarnya. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *