Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Hercules Sentil Menteri Ara: Jangan Bawa ‘Otak Nakal’ ke Pemerintahan Prabowo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshall, melontarkan peringatan keras kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, yang akrab disapa Ara. Hercules mengingatkan Ara agar tidak membawa pola pikir dan cara-cara politik masa lalunya ke dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan tersebut disampaikan Hercules dalam sebuah video yang diunggah melalui akun Instagram GRIB Jaya dan dikutip pada Jumat (23/10/2026).

Hercules mengaku telah mengenal Maruarar sejak sebelum politikus tersebut menjabat sebagai menteri. Ia bahkan menyinggung rekam jejak Ara ketika masih berada di partai politik sebelumnya.

” Sekarang kamu menteri di dalam pemerintahan, Presiden yang ke-8. Kau sadar diri, kau jangan pakai otak kamu yang nakal dulu, kamu masih di jalur merah, kamu loncat ke jalur oranye, aku tahu kamu,” ujar Hercules.

Ia kemudian menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo, sembari menyebut bahwa dirinya merupakan sosok petarung yang siap membela kepentingan bangsa.

“Ini pejuang, petarung yang aslinya. Untuk pemerintah saat ini, Hercules yang petarung asli, darah merah putih harga mati. Bagaimana pemerintah ini harus dipegang Bapak Presiden Prabowo,” katanya.

Layangkan Tuduhan, Singgung Perpindahan Partai

Tak berhenti di situ, Hercules kembali melontarkan pernyataan bernada keras kepada Maruarar. Ia menyinggung perpindahan Ara dari partai politik sebelumnya dan menuduhnya berupaya menyelamatkan diri dengan berpindah haluan politik.

“Hei Ara Sirait. Kalau kamu benar aku dukung, tapi kamu masih mau pakai otak-otak dulu kamu masih di merah, rampok-rampok terus, sekarang kamu menyelamatkan diri, menempel ke biru, terus kamu mau pakai rampok lagi, terus kamu berhadapan dengan saya,” ujar Hercules.

Pernyataan tersebut memuat tuduhan serius yang disampaikan Hercules secara terbuka. Namun, tuduhan itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum yang dilakukan Maruarar.

Persoalan Lahan Jadi Sorotan

Hercules juga menyinggung persoalan lahan yang disebutnya telah dibebaskan sejak lama dengan menggunakan dana puluhan miliar rupiah.

Menurut Hercules, lahan yang kini dipermasalahkan bukanlah tanah kosong yang tidak memiliki riwayat penguasaan atau pembebasan.

Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya sengketa atau perbedaan klaim mengenai lahan yang dimaksud. Meski demikian, untuk memastikan duduk perkara, diperlukan informasi lebih lanjut mengenai lokasi lahan, dokumen kepemilikan, proses pembebasan, serta pihak-pihak yang terlibat.

Persoalan pertanahan semacam ini tidak cukup diselesaikan melalui adu pernyataan di ruang publik. Kejelasan status hukum tanah, bukti transaksi, dan dokumen pertanahan menjadi faktor penting untuk menentukan pihak yang memiliki hak secara sah.

Menanti Klarifikasi dan Bukti

Pernyataan Hercules terhadap Maruarar Sirait membuka ruang bagi publik untuk mempertanyakan latar belakang persoalan lahan yang disinggungnya.

Namun, substansi masalah tersebut perlu diuji berdasarkan dokumen dan keterangan dari seluruh pihak terkait.

Sebagai pejabat negara, Maruarar memiliki tanggung jawab untuk memberikan penjelasan apabila persoalan yang disampaikan Hercules berkaitan dengan tugas, kebijakan, atau tindakannya sebagai menteri.

Di sisi lain, tuduhan yang disampaikan Hercules juga perlu didukung bukti apabila menyangkut dugaan perbuatan melawan hukum.

Hingga informasi yang tersedia dalam bahan berita ini, belum terdapat keterangan mengenai tanggapan Maruarar atas pernyataan Hercules maupun dokumen yang dapat digunakan untuk memverifikasi klaim terkait pembebasan lahan tersebut.

Karena itu, publik masih perlu menunggu klarifikasi kedua belah pihak agar persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik dan tuduhan di media sosial.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *