Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Kemensetneg Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Perkuat Semangat Persatuan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Pejabat dan pegawai Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Lapangan Upacara Kemensetneg, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Para peserta yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi, pejabat administrator, pejabat fungsional, serta pegawai Kemensetneg mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pengucapan ikrar Sumpah Pemuda.

Ikrar tersebut kembali menegaskan tekad untuk bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, yaitu Indonesia.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Deputi Bidang Perundang-undangan dan Administrasi Hukum Kemensetneg, Lidya Silvanna Djaman, membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga. Sambutan tersebut mengajak generasi penerus bangsa meneladani semangat pemuda pada 1928 yang mengesampingkan perbedaan demi mewujudkan persatuan Indonesia.

“Saudara-saudaraku, kita ingin membangun Indonesia yang maju. Namun, kemajuan bukan hanya tentang teknologi yang canggih. Kemajuan sejati dimulai dari manusia: dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dan dari jiwa yang tidak pernah menyerah,” ungkap Lidya.

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pergerakan nasional. Kala itu, para pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang menyatukan tekad untuk memperjuangkan Indonesia.

Nilai persatuan tersebut dinilai tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini, mulai dari pembangunan nasional hingga perkembangan teknologi dan dinamika global.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda, Kemensetneg berharap semangat persatuan, kolaborasi, dan dedikasi dapat terus tumbuh di lingkungan kementerian. Nilai-nilai yang diwariskan para pemuda 1928 diharapkan tercermin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, terutama dalam memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *