Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menhan Sjafrie Tinjau Proyek Alutsista di PT PAL, dari Fregat Merah Putih hingga Kapal Selam Scorpene

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau sejumlah proyek pembangunan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Laut (TNI AL) di PT Penataran Angkatan Laut (PAL) Indonesia, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (27/10). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan pengerjaan berbagai platform pertahanan yang tengah dikembangkan industri pertahanan dalam negeri.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjelaskan, sejumlah proyek yang menjadi perhatian Sjafrie meliputi pembangunan kapal Fregat Merah Putih, kapal selam Scorpene, kapal selam otonom tanpa awak atau Kapal Selam Otonom Tanpa Awak (KSOT), serta Unmanned Surface Vehicle (USV) atau kendaraan permukaan tanpa awak.

“Ada beberapa yang dilihat, seperti pembangunan kapal Fregat Merah Putih, kemudian kapal selam Scorpene, kemudian ada lagi kapal selam tanpa awak atau KSOT, ada lagi pembangunan kapal USV (Unmanned Surface Vehicle) dan lain-lain,” kata Ali saat ditemui di KRI Sriwijaya-100 yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu.

Menurut Ali, agenda kunjungan Sjafrie tidak hanya mencakup PT PAL Indonesia. Menhan juga mendatangi PT Dirgantara Indonesia (DI) serta sejumlah industri pertahanan dalam negeri lainnya untuk meninjau perkembangan produksi dan pengembangan teknologi pertahanan.

Ali menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah terhadap industri pertahanan nasional dapat mendorong keberlanjutan proyek-proyek strategis sekaligus memperkuat upaya modernisasi alutsista TNI.

Selain memantau proyek pembangunan kapal dan sistem pertahanan lainnya, Ali berharap kunjungan itu turut mendorong kesiapan PT PAL dalam melaksanakan retrofit atau peningkatan kemampuan teknologi pada KRI Sriwijaya-100.

“Sekarang kegiatannya cukup padat PT PAL. Makanya kita menunggu kesiapan PT PAL untuk me-retrofit KRI Sriwijaya ini,” ujar Ali.

Ia menambahkan, pelaksanaan retrofit tersebut masih menunggu kesiapan PT PAL. Dengan demikian, koordinasi antara TNI AL dan industri pertahanan menjadi bagian penting dalam menentukan kelanjutan pengerjaan sesuai kebutuhan operasional armada.

Kunjungan Menhan ke sejumlah industri pertahanan nasional tersebut menjadi bagian dari pemantauan terhadap proyek-proyek alutsista yang tengah berjalan. Perkembangan pengerjaan dan kesiapan industri diharapkan dapat mendukung program modernisasi pertahanan, khususnya dalam memperkuat kemampuan TNI AL menjaga wilayah perairan Indonesia.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *