Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Meutya Hafid Minta Investasi Teknologi AS Perkuat Talenta Digital Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat memperluas investasi di Indonesia yang berdampak langsung bagi masyarakat. Kontribusi tersebut diharapkan mencakup penciptaan peluang ekonomi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, hingga perbaikan layanan publik melalui pemanfaatan teknologi.

Hal itu disampaikan Meutya saat bertemu delegasi US-ASEAN Business Council (USABC) di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Meutya menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur digital perlu diikuti kolaborasi yang mendorong transfer pengetahuan, penguatan talenta, dan pemerataan akses inovasi. Manfaat investasi, menurutnya, harus dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk perdesaan.

“Pembangunan digital tidak cukup hanya menghubungkan masyarakat dengan internet. Konektivitas harus membuka peluang pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memperbaiki pelayanan publik. Tanpa manfaat tersebut, potensi pembangunan infrastruktur digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Meutya.

Ia menjelaskan, transformasi digital Indonesia berlandaskan tiga prinsip, yakni Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga. Prinsip tersebut diarahkan agar perluasan konektivitas berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas masyarakat dan pelindungan dalam penggunaan teknologi.

Pemerintah pun mendorong perusahaan teknologi Amerika Serikat untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan talenta digital, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Hubungan kita akan semakin baik apabila kita terus memperhatikan transfer pengetahuan dan peningkatan keahlian dalam berbagai pengembangan digital yang dilakukan di Indonesia,” kata Meutya.

AI Harus Didukung Regulasi dan Pelindungan Data

Selain investasi digital, pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan tersebut.

Meutya menyatakan Indonesia terbuka terhadap inovasi dan investasi AI. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut perlu disertai tata kelola yang memadai, terutama untuk menjamin keamanan, melindungi anak, dan menjaga data pribadi masyarakat.

“Indonesia perlu terus mengembangkan AI dan memanfaatkan peluang yang ditawarkannya. Namun, dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa, kita juga harus memastikan adanya aturan dan mekanisme perlindungan yang memadai agar teknologi ini dapat digunakan secara aman dan bertanggung jawab,” tegas Meutya.

Dalam penyusunan kebijakan digital, termasuk peta jalan AI nasional, Kemkomdigi berkomitmen melibatkan pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya melalui dialog terbuka.

Meutya menilai kepastian regulasi diperlukan agar perusahaan memiliki kejelasan dalam mengembangkan inovasi, sementara kepentingan dan keamanan masyarakat tetap terlindungi.

“Kami ingin memastikan regulasi yang disiapkan dapat dipahami dan diprediksi oleh para pemangku kepentingan, bukan menjadi kejutan bagi industri. Karena itu, proses penyusunannya perlu terbuka terhadap berbagai perspektif agar inovasi dapat berkembang dengan tetap memperhatikan pelindungan masyarakat,” ungkapnya.

USABC Dorong Kemitraan Pemerintah dan Industri

CEO US-ASEAN Business Council Brian McFeeters menilai kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta semakin dibutuhkan untuk merespons perkembangan teknologi digital, khususnya AI, yang berlangsung cepat.

“Dibandingkan dengan bidang lain yang menjadi perhatian kami, isu digital merupakan bidang yang sangat membutuhkan kemitraan pemerintah dan sektor swasta. Kemitraan ini menjadi sangat penting karena perkembangan AI berlangsung dari minggu ke minggu,” ujar Brian.

Ia juga menyoroti kontribusi perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Indonesia melalui investasi, transfer pengetahuan, pendidikan, peningkatan keahlian, serta program tanggung jawab sosial perusahaan.

Menurut Brian, USABC telah menyiapkan laporan yang mendokumentasikan berbagai kontribusi tersebut untuk mendukung penguatan hubungan ekonomi dan kerja sama digital antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Kemkomdigi memandang dialog dengan USABC sebagai peluang untuk memperluas kerja sama yang berorientasi pada manfaat jangka panjang. Pemerintah berharap investasi teknologi tidak hanya memperkuat industri digital, tetapi juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan memperluas akses masyarakat terhadap inovasi.

Melalui kolaborasi tersebut, Indonesia mendorong terbentuknya ekosistem digital yang produktif, inklusif, aman, dan tepercaya, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian penting dari transformasi digital nasional.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *