Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Mendes Yandri Ajak Mahasiswa GMH Jadi Penggerak Kemajuan Desa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) terlibat langsung dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan mempercepat pembangunan desa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya desa mandiri sekaligus mendukung Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.

Ajakan itu disampaikan Yandri saat memberikan sambutan pada pembukaan GMH National Leadership Academy 2026 bertema Generasi Pemimpin Persatuan Indonesia di Operational Room Kemendes PDT, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Yandri mendorong GMH untuk memiliki desa binaan yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Kemendes PDT dan berbagai pihak. Menurutnya, potensi desa dapat dimaksimalkan melalui pengembangan desa wisata, desa tematik, hingga desa ekspor.

“Saya tantang dari GMH untuk punya desa binaan kita kolaborasi dengan berbagai program dan potensi desa. Kita punya desa wisata, desa tematik, desa ekspor dan ini harus kita kerja sama karena kita superteam bukan superman,” tantangnya.

Yandri menilai mahasiswa GMH memiliki bekal nilai dan prinsip yang dapat mendukung pemberdayaan masyarakat. Nilai tersebut mencakup spiritualisme, intelektualisme, keaktifan, serta pemberdayaan dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, spiritualisme tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap alam dan lingkungan, termasuk tidak melakukan pembakaran lahan.

Sementara itu, intelektualisme menuntut mahasiswa tidak hanya mampu mengidentifikasi persoalan, tetapi juga menghadirkan solusi. Mahasiswa juga diharapkan aktif dalam berbagai kegiatan dan mampu menggerakkan lingkungan sekitarnya.

Yandri menekankan bahwa nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan mendampingi masyarakat desa agar mampu mengembangkan potensi dan meningkatkan kesejahteraan.

“Kami tunggu aksinya. Dakwah tidak cukup dengan kata-kata tapi harus bilhal (dengan tindakan) agar desa bangkit, tidak lagi ada kemiskinan,” tutur Mendes Yandri.

Ia menegaskan, Kemendes PDT siap berkolaborasi dengan GMH untuk mengembangkan berbagai potensi desa. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Kami siap lahir batin bekerja sama dengan GMH tinggal mau atau tidak mewujudkan desa ekspor, desa wisata, desa tematik. Kita ingin desa bangkit bukan hanya sebagai objek tapi subjek maka lahirlah Asta cita ke-6. Karena kalau ekonomi merata pasti kemiskinan akan turun,” imbuhnya.

Kemendes PDT selama ini menjalin kolaborasi dengan berbagai mitra, baik kementerian, lembaga, maupun unsur masyarakat, untuk menjalankan program pembangunan desa. GMH dinilai berpotensi menjadi salah satu mitra strategis karena anggotanya berasal dari beragam bidang ilmu.

Melalui pendampingan langsung dan pemanfaatan kompetensi mahasiswa, kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendorong desa menjadi lebih maju dan mandiri.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *