Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo: Kelompok yang Menolak Pancasila Jadi Sumber Perpecahan Bangsa

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan sebagai fondasi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menyoroti masih adanya kelompok yang tidak menyukai Pancasila dan menginginkan ideologi lain sebagai dasar pembentukan negara.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia meminta nilai-nilai Pancasila terus ditanamkan kepada generasi muda agar persatuan bangsa tetap terjaga.

“Nilai-nilai yang kita ajarkan saya minta dipertahankan: nilai Pancasila, nilai kebangsaan, ya. Karena masih banyak kelompok-kelompok yang sesungguhnya tidak suka dengan Pancasila,” kata Prabowo, dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, terdapat kelompok yang menginginkan pembentukan negara berdasarkan agama, suku, maupun ras. Ia menilai keinginan tersebut berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat Indonesia.

“Mereka ingin punya paham lain. Ada yang ingin mendirikan negara agama, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan suku, ada yang ingin mendirikan negara berdasarkan ras. Ini sumber perpecahan,” ujarnya.

Prabowo kemudian menyinggung berbagai peperangan dan konflik yang masih terjadi di sejumlah negara. Ia menilai perpecahan serta ketidakwaspadaan pemimpin dapat menjadi faktor yang memicu pertikaian hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

“Kita lihat di seluruh dunia sekarang perang, pertikaian, perang, pertikaian, pertumpahan darah, puluhan ribu ibu-ibu, anak-anak, orang tidak berdosa mati tiap hari. Kenapa? Pemimpin-pemimpinnya tidak waspada. Kenapa? Terpecah,” tuturnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap pihak-pihak yang berupaya memecah belah Indonesia. Meski demikian, Prabowo optimistis kekuatan NKRI mampu menghadapi berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan bangsa.

“Dan ada kelompok-kelompok di Indonesia yang ingin negara kita pecah. Tapi percayalah, kekuatan NKRI besar. Kita waspada sekarang, dan kita akan atasi semua masalah itu dengan baik,” tegasnya.

Selain persoalan ideologi, Prabowo juga menyoroti pihak-pihak yang dinilainya tidak memiliki kesetiaan terhadap Pancasila dan NKRI. Ia turut mengingatkan bahaya keserakahan serta praktik mafia yang bertujuan menguasai dan merampok kekayaan negara.

Menurutnya, pihak-pihak yang mengutamakan kepentingan pribadi dan merugikan negara pada akhirnya akan menghadapi kegagalan.

“Mereka-mereka yang hatinya tidak baik pasti ketahuan. Dan saya ingatkan mereka-mereka yang tidak setia kepada Pancasila, tidak setia kepada NKRI, atau mereka-mereka yang serakah, mereka-mereka yang bermental mafia, yang tujuannya adalah merampok kekayaan negara, pasti akan gagal. Itu pelajaran ribuan tahun peradaban manusia. Yang jahat pasti akan kalah. Itu pasti, tidak usah kita ragu-ragu, ya,” ungkapnya.

Di akhir arahannya, Prabowo meminta para pamong dan guru SMA Taruna Nusantara membimbing para siswa dengan baik. Ia menekankan pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga harus membentuk karakter, patriotisme, dan integritas.

“Saudara-saudara, saya kira itu yang ingin saya sampaikan. Belajarlah dengan baik para pamong, para guru. Bimbinglah dengan baik, ya. Bimbing mereka dengan sebaik-baiknya ke arah yang sebaik-baiknya untuk bangsa dan negara,” pesannya.

Ia berharap Indonesia dapat melahirkan generasi muda yang jujur, berintegritas, serta memiliki kecintaan terhadap tanah air. Menurutnya, kualitas karakter menjadi modal penting dalam membangun bangsa dan negara.

“Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pinter, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara,” pungkas Prabowo.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *