Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ancelotti Akui Kesalahan Taktik Jadi Penyebab Brasil Tersingkir di Piala Dunia 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, mengakui telah melakukan kesalahan taktik yang berujung pada kegagalan Selecao di Piala Dunia 2026. Menurutnya, perubahan strategi yang dilakukan saat hydration break babak kedua menjadi titik balik kekalahan Brasil dari Norwegia.

Brasil harus mengakhiri langkahnya di babak 16 besar setelah takluk 1-2 dari Norwegia. Hasil tersebut menjadi pencapaian terburuk Brasil di ajang Piala Dunia sejak edisi 1990.

Saat memasuki hydration break pada babak kedua, pertandingan masih berlangsung imbang tanpa gol. Namun, setelah jeda tersebut, Norwegia berhasil memanfaatkan perubahan permainan Brasil dan mencetak dua gol melalui striker andalannya, Erling Haaland.

Ancelotti mengakui keputusan mengubah pendekatan taktik saat jeda singkat itu merupakan kekeliruan yang berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan.

“Saya rasa kami kehilangan Piala Dunia saat hydration break melawan Norwegia. Sampai momen itu kami sebenarnya mengendalikan pertandingan,” ujar Ancelotti.

Pelatih asal Italia tersebut menjelaskan bahwa dirinya keliru menilai tim mulai kehilangan kontrol permainan, sehingga memutuskan melakukan sejumlah perubahan yang justru mengganggu keseimbangan permainan Brasil.

“Itulah mungkin kesalahan saya. Saya mengira tim sudah kehilangan kendali, padahal kenyataannya tidak. Saya melakukan beberapa perubahan dan setelah itu kami menghadapi masalah, termasuk gol yang dicetak Erling Haaland,” katanya.

Ancelotti menambahkan, kebobolan pada pertengahan babak kedua membuat situasi semakin sulit bagi Brasil untuk bangkit.

“Di Piala Dunia, ketika Anda kebobolan pada menit-menit akhir pertandingan, akan sangat sulit untuk membalikkan keadaan,” ujarnya.

Kekalahan tersebut mengakhiri perjalanan Brasil lebih cepat dari yang diharapkan sekaligus menjadi evaluasi besar bagi Ancelotti dalam turnamen besar pertamanya bersama Selecao. (Hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *