Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

IHSG Menguat, Ekspektasi Kebijakan Dovish The Fed Jadi Sentimen Positif

Bagikan: Facebook X WhatsApp

JAKARTA | Harian Merdeka

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Senin (10/8/2026) dengan penguatan. Pergerakan positif tersebut didorong optimisme investor terhadap arah kebijakan moneter bank sentral global yang dinilai semakin dovish.

IHSG dibuka naik 30,95 poin atau 0,48 persen ke level 6.440,60. Penguatan juga terjadi pada kelompok saham unggulan yang tercermin dari indeks LQ45, yang bertambah 2,16 poin atau 0,34 persen menjadi 642,45.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan, peluang kenaikan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang semakin menurun menjadi salah satu sentimen positif bagi pasar saham domestik.

“Turunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed, penguatan harga emas dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,” ujar Ratna dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Sentimen tersebut turut dipengaruhi perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS), khususnya data ketenagakerjaan yang berada di bawah perkiraan pasar.

Data NonFarm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pengurangan sebanyak 23.000 lapangan kerja pada Juli 2026. Angka tersebut berbanding terbalik dengan penambahan 20.000 lapangan kerja pada Juni 2026 yang kemudian direvisi lebih rendah.

Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum memiliki urgensi untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar bahkan melihat peluang bank sentral AS mempertahankan kebijakan moneternya pada pertemuan mendatang.

Mengacu pada data LSEG, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 kini berada di level 43,9 persen. Angka tersebut menurun dibandingkan probabilitas 57 persen sebelum data NFP dirilis.

Sebaliknya, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September meningkat menjadi 60,4 persen dari sebelumnya 43,2 persen.

Selain kebijakan moneter AS, investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait negosiasi antara Amerika Serikat, Iran, dan sejumlah negara di kawasan mengenai akses melalui Selat Hormuz.

Dari AS, sejumlah data ekonomi juga akan menjadi perhatian pasar, termasuk inflasi konsumen (CPI), inflasi produsen (PPI), penjualan ritel, serta Michigan Consumer Sentiment.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati agenda rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Agustus 2026. Perubahan komposisi tersebut akan mulai berlaku efektif pada 31 Agustus 2026.

Namun, MSCI masih mempertahankan kebijakan pembekuan terhadap penambahan saham baru dari Indonesia. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang tetap diperhatikan investor dalam menentukan strategi perdagangan.

Sejumlah indikator ekonomi domestik juga akan dirilis sepanjang pekan ini. Indeks Keyakinan Konsumen dijadwalkan diumumkan pada Senin (10/8), disusul data penjualan ritel dan penjualan sepeda motor pada Selasa (11/8), serta penjualan mobil pada Jumat (14/8).

Dari pasar global, bursa saham Eropa mengakhiri perdagangan Jumat (7/8) dengan penguatan. Euro Stoxx 50 naik 0,33 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,31 persen, DAX Jerman bertambah 0,69 persen, sedangkan CAC Prancis naik 0,17 persen.

Penguatan juga terjadi di Wall Street. Dow Jones Industrial Average naik 0,28 persen ke level 54.036,93. S&P 500 menguat 0,62 persen menjadi 7.757,64, sementara Nasdaq Composite mencatat kenaikan 1,19 persen dan ditutup pada level 29.722,08.

Sentimen positif turut terlihat di bursa Asia pada perdagangan pagi. Nikkei Jepang menguat 2,01 persen ke 66.924,30, Shanghai naik 0,41 persen menjadi 3.956,17, Hang Seng bertambah 0,50 persen ke 25.805,74, Kospi menguat 0,45 persen ke 6.286,66, dan Straits Times naik 1,05 persen ke 5.698,25.

Pergerakan pasar pada awal pekan ini selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, rilis data ekonomi utama, kondisi geopolitik global, serta sentimen investor terhadap prospek ekonomi domestik.(zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *