Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Ajak Jaga Kelestarian Alam, Gubernur Gusnar dan Jamintel Reda Lepas Satwa di Pantai Bolihutuo

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Boalemo | Harian Merdeka

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Reda Manthovani mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam melalui pelepasliaran burung dan penyu di Pantai Boliohuto, Kabupaten Boalemo, Kamis (13/8/2026).

Gusnar mengatakan, pelepasliaran penyu memiliki arti penting karena satwa tersebut semakin langka dan membutuhkan perlindungan.

Proses penetasan telur penyu di alam menghadapi ancaman predator seperti biawak sehingga keberadaan penyu kecil sulit ditemukan tanpa bantuan penangkaran.

“Kita cari yang kecil-kecil itu sudah susah sekali kecuali dibantu oleh manusia sebagai penangkar sehingga dia diamankan. Sebab itu harap maklum kalau Pak Kajati harus cari di Sulawesi Utara, agak jauh dari tempat ini penyu penyu seperti ini tapi sebagian juga ada di Gorontalo,” kata Gusnar.

Gusnar berharap, pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan proses pembangunan di Gorontalo. Kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Bolihutuo menjadi contoh nyata komitmen bersama dalam menjaga dan membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Sementara itu, Reda Manthovani mengatakan pelepasliaran satwa merupakan kegiatan yang sering dilakukannya saat berkunjung ke berbagai daerah. Burung, penyu, dan penanaman bakau, menurutnya, melambangkan unsur udara, air, dan tanah sebagai wujud kecintaan terhadap alam.

“Harapannya kepada bapak ibu semua yang hadir lebih bagus lagi kalau ada anak kecil supaya tertanam di memorinya bahwa menjaga atau berempati terhadap sesama makhluk itu adalah pembentukan karakter sehingga kita tidak saling merusak kedepannya,” kata Reda.

Reda berharap, pemerintah daerah dapat menjadikan kegiatan pelestarian lingkungan sebagai budaya dengan melibatkan anak-anak sejak dini.

Pengalaman langsung menjaga alam dinilai penting untuk menanamkan nilai kepedulian dalam memori emosional yang berpengaruh terhadap perilaku manusia. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *