Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menko Pangan: Refocusing Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah 3T Dituntaskan Dua Bulan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengemukakan refocusing atau penyesuaian prioritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) akan dituntaskan dalam waktu dua bulan ke depan.

“Beri kami waktu dua bulan refocusing untuk menyelesaikan di daerah 3T, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Maluku,” ujar Zulhas dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat.

Ia juga menjelaskan, refocusing anggaran penerima manfaat MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau kelompok 3B akan dituntaskan dalam satu bulan ke depan.

“Ada 11 juta sekian (penerima manfaat MBG 3B), insyaAllah bulan depan akan kita selesaikan,” katanya.

Ia menambahkan, sebanyak 13 ribu titik baru Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga akan diselesaikan tahun ini dan diprioritaskan di wilayah 3T serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

“Ada tambahan 13 ribu SPPG, lalu 7-8 ribu SPPG belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), itu juga akan kita selesaikan,” paparnya.

Zulhas berharap, dengan kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di bawah Kepala BGN Sudaryono, maka akan memperbaiki tata kelola Program MBG.

“Kepalanya baru, anak muda, insyaAllah akan lebih baik MBG ini,” tuturnya.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) menyisir pembangunan 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan memprioritaskan operasional di titik-titik daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta wilayah yang rawan stunting.

“Sebanyak 13 ribu itu kita sisir, lalu terdapat 1.700-an yang in line (sesuai) sama stunting tinggi dan sangat tinggi di daerah,” kata Kepala BGN Sudaryono.

Pria yang akrab dipanggil Mas Dar itu juga mengemukakan pihaknya akan mengaktifkan lebih dari 100 titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Maluku Utara, hingga Nias, Sumatra Utara. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *