Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

KSP Dudung Abdurachman Dorong Komunitas Burung Jadi Kekuatan Pelestarian Alam

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Bogor | Harian Merdeka

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman meminta komunitas pecinta burung tidak berhenti pada hobi dan kompetisi. Mereka juga didorong ikut menjaga habitat serta lingkungan tempat burung hidup.

Dudung menyampaikan pesan itu saat membuka Lomba dan Pameran Burung Berkicau Tingkat Nasional Piala Kepala Staf Kepresidenan RI di Raffles Hills, Cibubur, Bogor, Minggu, 16 Agustus.

Menurut Dudung, burung merupakan bagian dari ekosistem. Keberadaannya di alam juga berkaitan dengan kondisi lingkungan.

“Jangan sampai kita hanya mencintai suara burung, tetapi tidak peduli terhadap hutan dan lingkungan tempat burung itu hidup,” kata Dudung.

Ia berharap komunitas pecinta burung dapat berkembang menjadi kekuatan sosial yang ikut menjaga kelestarian habitat.

“Merawat burung harus menjadi bagian dari merawat alam,” ujarnya.

Dudung mengatakan memelihara burung juga membutuhkan kesabaran, disiplin, perhatian dan tanggung jawab. Burung tidak akan menghasilkan kicauan terbaik hanya karena dimiliki, tetapi membutuhkan perawatan dan lingkungan yang baik.

Dalam kompetisi, Dudung meminta peserta menjaga sportivitas.

“Bertandinglah dengan penuh semangat, tetapi tetap junjung tinggi sportivitas. Terimalah kemenangan dengan rendah hati dan terimalah kekalahan dengan lapang dada,” katanya.

Menurut Dudung, kegiatan seperti lomba burung juga dapat menjadi tempat bertemunya komunitas dari berbagai daerah serta membuka kegiatan ekonomi masyarakat.

Ia mengapresiasi Daulat Aspirasi Rakyat atau DAR dan Yayasan Garuda Mahakarya Nusantara yang menggagas acara tersebut.

“Piala dan penghargaan adalah simbol prestasi, tetapi persaudaraan dan silaturahmi adalah nilai yang jauh lebih berharga,” ujar Dudung.

Lomba burung berkicau tingkat nasional itu digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *