Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Terima Awards, Jumhur Tegaskan Komitmen Pemulihan 1.000 Hektare Mangrove di Riau

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyabet penghargaan dalam ajang detikSumatera Awards 2026. Ia berkomitmen mendorong kesadaran dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan di Sumatera.

Jumhur meraih kategori Penggerak Transformasi Kesadaran dan Aksi Ekologis di Sumatera.

Penghargaan tersebut diterimanya langsung dari Chairman CT Corp Chairul Tanjung dalam malam anugerah detikSumatera Awards 2026 di Grand Ballroom Trans Hotel Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dengan penilaian Jumhur berhasil berkomitmen dalam etika lingkungan, pendidikan, kesadaran publik dan perubahan kebiasaan sejak dini.

Salah satu gagasan yang kuat dalam pendekatan Jumhur adalah environmental ethics atau etika lingkungan.

Menurutnya, kesadaran menjaga lingkungan perlu ditanamkan melalui pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Gagasan tersebut memiliki makna strategis. Krisis ekologis pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan teknologi atau regulasi, tetapi juga dengan perilaku manusia.

Cara membuang sampah, menggunakan sumber daya alam, menjalankan kegiatan usaha, serta memperlakukan hutan dan ekosistem merupakan cerminan dari etika lingkungan yang hidup dalam masyarakat.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian Jumhur adalah kerusakan ekosistem mangrove di Indragiri Hilir, Riau.

Dalam momentum penerimaan penghargaan detikSumatera Awards, Jumhur mengungkap bahwa terdapat sekitar 1.200 hektare mangrove yang mengalami kerusakan akibat kegiatan yang tidak bertanggung jawab.

Persoalan tersebut tidak berhenti pada identifikasi masalah.

Jumhur menyampaikan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup kemudian menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pemulihan ekosistem di wilayah tersebut.

Upaya tersebut dilakukan melalui penanaman kembali di kawasan Indragiri Hilir.

Dalam program tersebut, penanaman ditargetkan mencakup sedikitnya 500 hektare lahan mangrove.

Luasan itu bahkan berpotensi diperluas hingga 1.000 hektare sebagai bagian dari upaya penyelamatan lingkungan di Indragiri Hilir.

Jumhur berharap penanaman kembali tersebut dapat menjadi langkah nyata dalam memulihkan dan menjaga kelestarian ekosistem pesisir Sumatera, khususnya di Riau.

detikSumatera Awards merupakan panggung penghormatan dari detikcom untuk memberikan penghargaan kepada tokoh, institusi, komunitas, hingga pelaku usaha yang menghadirkan inovasi serta kontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera.

Apresiasi bergengsi ini khusus dihadirkan bagi mereka yang berhasil membawa perubahan nyata dan berkontribusi dalam memajukan daerah melalui program inovatif, pertumbuhan usaha yang konsisten, serta aksi nyata para sosok penggerak perubahan di Tanah Sumatera

detikSumatera Awards menghadirkan empat kategori penghargaan utama, yakni Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji, Anugerah Program Ekonomi Terpuji, Anugerah Program Bisnis Terpuji, dan Anugerah Figur Akselerator Kemajuan.

Lebih dari sekadar ajang penghargaan, detikSumatera Awards diharapkan mampu memicu lebih banyak kolaborasi strategis dan ide-ide segar yang manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat di Sumatera. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *