Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Karier Cemerlang Pak Bray: Dari Pemburu Bandar Narkoba ke Divpropam Polri

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi melalui rotasi sejumlah perwira di lingkungan Polri. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Kombes Pol Manang Soebeti, yang kini dipercaya menduduki posisi Kabagpampwal Roprovos Divpropam Polri.

Sebelum menempati jabatan barunya, perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2001 ini menjabat sebagai Auditor Kepolisian Madya Tingkat II Itwasum Polri. Sepanjang kariernya, Manang telah dipercaya mengisi sejumlah posisi strategis, di antaranya Dirnarkoba Polda Riau dan Dirreskrimum Polda Jambi.

Nama Manang cukup disegani dalam dunia pemberantasan narkotika. Berkat ketangguhannya membongkar berbagai jaringan narkoba, ia bahkan mendapat julukan “Pak Bray” di kalangan aparat maupun masyarakat.

Prestasinya pun terbilang mentereng. Sepanjang kariernya, Manang tercatat berhasil mengungkap 2.281 kasus narkoba dan menangkap 3.359 tersangka, mulai dari level kurir, pengedar, hingga bandar besar. Dari rangkaian pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti sabu-sabu mencapai 515,54 kilogram.

Kini, segudang pengalaman Manang di bidang reserse dan penegakan hukum menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas barunya di Divpropam Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan hal yang lazim dalam pembinaan karier personel.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” ujar Johnny, Senin (31/08/2026).(wil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *