Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pilpres 2029 Mulai Memanas: Gibran Terkuat, Anies Bisa Jadi Kejutan hingga Skenario Jokowi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta I Harian Merdeka

Pertarungan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mencuri perhatian.

Meski pesta demokrasi tersebut masih beberapa tahun lagi, sejumlah nama sudah bermunculan dan berpotensi mengubah peta persaingan politik nasional.

Berbeda dengan Pilpres 2024 yang berlangsung dengan tiga pasangan calon, kontestasi 2029 diperkirakan bisa menghadirkan konfigurasi yang lebih rumit.

Nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi salah satu yang paling kuat diperbincangkan.

Pengamat politik sekaligus Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, menilai Gibran berpotensi menjadi kandidat kuat apabila Presiden Prabowo Subianto kembali maju pada 2029.

“Calon-calonnya banyak. Dan 2029 ini kayaknya enggak cuma Prabowo-Gibran lagi. Mas Gibran sendiri ya calon presiden terkuat, menurut saya, selain Prabowo,” ujar Hendri, Selasa (8/9/2026).

Namun, Gibran dipastikan tidak akan sendirian dalam bursa. Sejumlah figur dari partai politik lain berpotensi menjadi penantang.

Dari PDI Perjuangan, misalnya, terdapat sejumlah nama yang dinilai memiliki modal politik, seperti Ganjar Pranowo, Puan Maharani, dan Pramono Anung.

Bahkan, Hendri melihat Pilpres 2029 bisa menjadi momentum penting bagi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Ia menyebut kemungkinan 2029 menjadi “The Last Dance” bagi Megawati.
Anies Belum Bisa Dicoret
Di tengah bermunculannya kandidat potensial, satu nama lama masih dianggap memiliki daya tawar kuat: Anies Baswedan.

Mantan calon presiden pada Pilpres 2024 itu dinilai masih memiliki basis massa yang membuatnya tetap menjadi objek kalkulasi partai politik.

Hendri menyebut gerakan masyarakat yang mendorong Anies juga menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan.

“Sebagai mantan calon presiden di 2024 lalu, pasti Anies punya basis massa. Dia akan dipakai atau tidak, itu yang dilihat,” ungkapnya.

Artinya, meski belum ada kepastian mengenai kendaraan politik maupun pencalonannya, Anies masih mempunyai modal yang dapat dipertimbangkan dalam menyusun koalisi menuju 2029.

Skenario Mengejutkan Anies Dampingi Gibran?

Yang paling menarik dari analisis Hendri adalah munculnya kemungkinan duet yang selama ini mungkin sulit dibayangkan.

Jika Gibran benar-benar maju sebagai calon presiden pada 2029, Anies Baswedan disebut tidak mustahil masuk dalam radar sebagai calon wakil presiden.

Hendri menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo merupakan figur yang terbiasa menyiapkan berbagai kemungkinan dalam politik.

“Jokowi itu kan selalu punya banyak rencana. Enggak pernah dia punya satu rencana,” katanya.

Menurut Hendri, selain kemungkinan menggunakan jalur PSI, Jokowi juga bisa menghitung sejumlah figur lain untuk mendukung perjalanan politik Gibran.

“Mungkin dia juga bisa hitung Anies Baswedan sebagai salah satu kandidat mendampingi anaknya,” ujarnya.

Jika skenario ini benar-benar terjadi, peta Pilpres 2029 tentu bakal berubah drastis.

Gibran dan Anies, dua figur yang memiliki latar politik berbeda, bisa saja berada dalam satu panggung dan menawarkan pasangan baru kepada pemilih.

Namun, Hendri menegaskan seluruh kemungkinan tersebut masih sangat cair. Perjalanan menuju 2029 masih panjang dan dinamika politik dapat berubah sewaktu-waktu.

Jokowi Masih Jadi Kunci?

Nama Jokowi pun kembali menjadi sorotan.

Hendri menilai pengalaman Jokowi dalam membaca momentum dan membangun strategi politik membuat mantan presiden tersebut masih menjadi figur yang diperhitungkan.

“Jokowi itu orang yang sangat cerdas di politik. Dia paham strategi politik, dia paham momentum politik,” kata Hendri.

Menurutnya, pengalaman politik Jokowi membuat berbagai langkah yang berkaitan dengan keluarganya masih akan menjadi perhatian publik dan elite politik.

“Canggih lah dia,” pungkasnya.
Kini, Pilpres 2029 seolah mulai membuka banyak pintu kemungkinan.

Gibran bisa menjadi kandidat utama, Prabowo masih mungkin melanjutkan langkah, Anies tetap memiliki modal massa, sementara PDIP memiliki sejumlah kader potensial.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *