Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Menteri PKP Gandeng Tiongkok Kembangkan Teknologi Rusun di Indonesia

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mendorong penguatan kerja sama Indonesia dan Tiongkok di bidang perumahan, khususnya pemanfaatan teknologi untuk pembangunan rumah susun di kawasan padat penduduk.

Hal tersebut disampaikan Maruarar melalui akun Instagram pribadinya setelah bertemu Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, Rabu (9/9/2026).

Maruarar mengatakan salah satu pembahasan utama dalam pertemuan tersebut adalah pemanfaatan dan alih teknologi untuk pembangunan rumah susun.

Menurutnya, teknologi yang digunakan harus disesuaikan dengan kondisi lahan serta regulasi yang berlaku di Indonesia.

Tujuannya, pembangunan hunian dapat memenuhi aspek keamanan, kualitas, sekaligus keterjangkauan bagi masyarakat.

Manfaat Harus Kembali ke Indonesia

Maruarar menegaskan kerja sama dengan Tiongkok tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata.

Produk dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia harus mendapat ruang penting dalam pelaksanaan proyek.

“Yang tidak kalah penting, kerja sama ini harus memberikan manfaat bagi Indonesia. Produk-produk dalam negeri dan tenaga kerja Indonesia akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.”

Tim Bersama Segera Dibentuk

Untuk menindaklanjuti pembahasan, Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk tim bersama.

Tim tersebut akan membahas berbagai aspek, mulai dari lahan, regulasi, teknologi hingga skema pembangunan.

Langkah ini diharapkan membuat kerja sama dapat berjalan lebih konkret dan sesuai kebutuhan pembangunan perumahan di Indonesia.

Bukan Sekadar Bangun Rumah

Maruarar berharap kerja sama tersebut memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian nasional.

Selain menghadirkan hunian yang lebih baik, transfer teknologi diharapkan membuka peluang bagi industri nasional dan UMKM.

“Harapannya, kerja sama ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membawa teknologi, membuka peluang bagi industri dan UMKM dalam negeri, serta menghadirkan hunian yang lebih baik untuk masyarakat.”

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari terobosan pembangunan hunian, terutama di kawasan perkotaan dengan keterbatasan lahan dan kebutuhan rumah yang terus meningkat. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *