Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

FORPAM TB Dibentuk, Pelanggan Didorong Ikut Kawal Pelayanan Perumda Tirta Benteng

Bagikan: Facebook X WhatsApp

TANGERANG | Harian Merdeka

Upaya memperkuat hubungan antara pelanggan dan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang memasuki babak baru dengan dibentuknya Forum Pelanggan Air Minum Tirta Benteng (FORPAM TB).

Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi dua arah yang memungkinkan pelanggan menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi mengenai berbagai program dan pelayanan perusahaan.

Pembentukan FORPAM TB mengacu pada semangat Permendagri Nomor 23 Tahun 2006 serta Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 70 Tahun 2022 tentang Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, khususnya dalam mendorong pelayanan yang transparan dan akuntabel.

Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, H. Dody Effendi, SH, menyambut keberadaan forum tersebut sebagai bagian dari penguatan komunikasi dengan pelanggan.

“FORPAM TB adalah mitra kami. Tugasnya menampung aspirasi pelanggan, membantu sosialisasi program, dan menjadi kontrol sosial yang membangun,” kata Dody.

Ia berharap keterlibatan pelanggan melalui forum tersebut dapat membantu perusahaan memahami berbagai persoalan di lapangan sehingga pelayanan air minum dapat semakin responsif dan tepat sasaran.

Sementara itu, Bambang Wahyudi, pelanggan Perumda Tirta Benteng di Zona 1, mengatakan forum pelanggan memiliki posisi strategis dalam mendorong terwujudnya pelayanan yang akuntabel.

Menurutnya, FORPAM TB dapat menjalankan sejumlah fungsi, mulai dari menampung keluhan dan saran pelanggan hingga membantu menyampaikan informasi mengenai program perusahaan.

“Forum Pelanggan adalah salah satu instrumen untuk mewujudkan pelayanan yang akuntabel,” ujar Bambang.

Ia menyebut beberapa hal yang dapat menjadi fokus forum, di antaranya menyosialisasikan program MBR, promo sambungan baru, jadwal gangguan pelayanan, serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara hemat.

Selain sebagai wadah komunikasi, FORPAM TB juga diharapkan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kinerja organ dan pegawai Perumda Tirta Benteng. Pengawasan tersebut, kata Bambang, perlu dilakukan secara objektif dan konstruktif demi kepentingan pelanggan.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menyinggung munculnya sejumlah pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan Perumda Tirta Benteng dalam kepentingan politik serta dugaan praktik money laundering yang dikaitkan dengan Direktur Utama Perumda Tirta Benteng.

Ia meminta persoalan tersebut tidak dibiarkan berkembang menjadi polemik tanpa kejelasan. Menurutnya, apabila terdapat bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, pihak yang memiliki bukti dapat melaporkannya kepada aparat penegak hukum.

Sebaliknya, setiap pihak yang menyampaikan dugaan atau tudingan juga harus dapat membuktikan dasar pernyataannya agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi tuduhan yang berpotensi merugikan pihak lain.

Bambang menilai kejelasan atas informasi tersebut penting untuk menjaga ketenangan masyarakat, terutama para pelanggan Perumda Tirta Benteng yang membutuhkan kepastian mengenai kondisi perusahaan.

Ia menambahkan, apabila nantinya dugaan mengenai kepentingan politik maupun praktik money laundering terbukti, Kepala Daerah sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda Tirta Benteng dapat mengambil tindakan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai pemberhentian direksi sebagaimana disebut dalam Permendagri Nomor 2 Tahun 2007 Pasal 15 ayat (2) huruf c.

Namun apabila dugaan tersebut tidak terbukti, menurut Bambang, pihak terkait juga perlu memberikan klarifikasi secara terbuka. Klarifikasi diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus menjaga nama baik Direktur Utama dan Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.

Dengan terbentuknya FORPAM TB, ia berharap pelanggan tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga dapat berperan dalam memberikan masukan dan melakukan pengawasan secara konstruktif.

Keberadaan forum tersebut diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara perusahaan dan pelanggan sehingga berbagai persoalan pelayanan dapat disampaikan dan ditindaklanjuti secara lebih terbuka, sekaligus memperkuat tata kelola Perumda Tirta Benteng ke depan.(Wil/Zma)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *