Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Timnas Indonesia Bidik Sejarah di FIFA ASEAN Cup 2026

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan baru di FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana yang digelar dalam kalender FIFA ini menjadi panggung bagi skuad Garuda untuk membuktikan kekuatan di level Asia Tenggara.

FIFA ASEAN Cup 2026 akan berlangsung pada 25 September hingga 5 Oktober 2026. Indonesia tergabung di Grup A bersama Singapura, Malaysia, dan Bangladesh. Seluruh pertandingan Timnas Indonesia pada fase grup akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Indonesia akan mengawali perjuangan dengan menghadapi Singapura pada 25 September. Setelah itu, skuad asuhan John Herdman dijadwalkan bertemu Malaysia pada 28 September dan Bangladesh pada 1 Oktober.

Format turnamen membuat setiap pertandingan fase grup menjadi penting. Juara Grup A dan Grup B akan melaju langsung ke final, sedangkan dua tim yang finis sebagai runner-up akan bertanding dalam perebutan tempat ketiga.

Dengan format tersebut, Indonesia perlu tampil konsisten sejak pertandingan pertama. Posisi runner-up tidak membawa Garuda ke partai final sehingga target finis di puncak grup menjadi salah satu fokus utama.

Skuad Garuda Makin Lengkap

John Herdman sebelumnya memanggil 23 pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026. Shayne Pattynama kemudian mendapat panggilan susulan sehingga total pemain yang dipanggil menjadi 24 orang.

Hingga 22 September 2026, sebanyak 21 pemain telah bergabung di Jakarta. Mereka antara lain Luke Vickery, Mitchell Baker, Maarten Paes, Thom Haye, Ragnar Oratmangoen, Jordi Amat, Egy Maulana Vikri, Rayhan Hannan, Dion Markx, Shayne Pattynama, Rizky Ridho, Nadeo Argawinata, Dony Tri Pamungkas, Ivar Jenner, Kevin Diks, Elkan Baggott, Ole Romeny, Emil Audero, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, dan Joey Pelupessy.

Tiga pemain yang masih ditunggu adalah Yakob Sayuri, Dean James, dan Calvin Verdonk.

Komposisi tersebut memberikan Herdman sejumlah opsi di berbagai lini. Beberapa pemain yang berkarier di luar negeri seperti Maarten Paes, Emil Audero, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Ole Romeny, dan Luke Vickery masuk dalam skuad untuk turnamen ini.

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, tidak masuk dalam skuad karena mengalami cedera saat membela Sassuolo di Liga Italia. Kondisi tersebut membuat Herdman harus menentukan kombinasi terbaik di lini belakang.

Debut Luke Vickery dan Dion Markx Jadi Sorotan

FIFA ASEAN Cup 2026 juga menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain untuk mendapatkan pengalaman baru bersama Timnas Indonesia. Luke Vickery dan Dion Markx menjadi dua nama yang mendapat perhatian karena berpeluang menjalani debut di turnamen tersebut.

Vickery masuk dalam daftar penyerang bersama Mitchell Baker, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen. Sementara itu, Dion Markx menjadi salah satu opsi di lini pertahanan.

Kehadiran para pemain tersebut memberi Herdman alternatif dalam menentukan komposisi tim. Pelatih asal Inggris itu harus menyesuaikan pilihan pemain dengan kebutuhan pertandingan serta karakter lawan.

Di lini tengah, Indonesia memiliki sejumlah pilihan seperti Thom Haye, Joey Pelupessy, Ivar Jenner, Jordi Amat, Egy Maulana Vikri, Rayhan Hannan, dan Calvin Verdonk. Sementara sektor pertahanan diisi nama-nama seperti Rizky Ridho, Elkan Baggott, Justin Hubner, Kevin Diks, Nathan Tjoe-A-On, Dean James, Dony Tri Pamungkas, serta Dion Markx.

Tak Boleh Terpeleset di Grup A

Tantangan Indonesia tidak hanya datang dari komposisi pemain sendiri. Singapura, Malaysia, dan Bangladesh juga akan menjadi lawan yang harus dihadapi pada fase grup.

Singapura menjadi lawan pertama pada 25 September. Pertandingan ini akan menjadi ujian awal bagi Herdman dalam menerapkan komposisi skuad yang baru berkumpul menjelang turnamen.

Setelah itu, Indonesia menghadapi Malaysia pada 28 September sebelum menutup fase grup melawan Bangladesh pada 1 Oktober.

Dengan format kompetisi yang menempatkan juara grup langsung ke final, setiap poin akan menjadi penting. Karena itu, konsistensi sejak laga pertama menjadi modal yang dibutuhkan Timnas Indonesia untuk menjaga peluang melangkah hingga pertandingan puncak.

FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi Garuda mencatat sejarah dalam edisi perdana turnamen. Kini, tugas Herdman dan para pemain adalah menerjemahkan komposisi skuad yang tersedia menjadi performa di lapangan.(hmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *