Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

BGN Copot Kepala SPPG di Batang setelah Ratusan Orang Keracunan

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Semarang | Harian Merdeka

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, setelah terjadi kasus keracunan yang dialami penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN juga mencopot Kepala SPPG Bawang menyusul temuan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) dalam proses penyediaan makanan. Hingga Kamis (24/9/2026) pukul 03.00 WIB, sebanyak 219 orang tercatat terdampak. Dari jumlah tersebut, 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang menjalani rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan penghentian operasional dilakukan dengan kategori suspend berat. Selain dugaan pelanggaran SOP oleh dapur, BGN menemukan sebagian makanan dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

“Kami sudah melakukan suspend dengan kategori berat, serta mencopot Kepala SPPG Bawang. Di samping adanya pelanggaran SOP oleh dapur, juga ada sebagian dibawa pulang oleh penerima manfaat yang juga merupakan pelanggaran berat,” kata Ketut melalui keterangan pers, Kamis (24/9).

Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap SOP, salah satunya terkait waktu pengolahan telur. Proses pengolahan dilakukan lebih awal sekitar pukul 19.30 WIB, kemudian dipanaskan kembali pada pukul 02.30 WIB.

Petugas juga menemukan kondisi kebersihan pada beberapa bagian SPPG yang perlu mendapat perhatian. Namun, BGN menegaskan temuan tersebut masih menjadi bagian dari proses investigasi dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

“Kami sedang menelusuri seluruh proses, mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum seluruh pemeriksaan selesai. Semua harus berdasarkan fakta dan hasil investigasi,” tegas Ketut.

BGN bersama Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, dan Tim Satgas MBG Kabupaten Batang terus melakukan koordinasi untuk memastikan penanganan penerima manfaat serta proses investigasi berjalan secara terpadu.

Pemkab siapkan bantuan untuk keluarga korban

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Batang memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal. Bupati Batang M Faiz Kurniawan mengatakan pemerintah daerah juga berupaya menyelesaikan persoalan administratif agar para korban dapat memperoleh layanan kesehatan yang diperlukan.

Selain menanggung biaya perawatan korban, Pemkab Batang menyiapkan bantuan bagi keluarga yang harus mendampingi pasien selama menjalani perawatan.

“Sebagian keluarga korban kemungkinan tidak dapat bekerja selama mendampingi anak atau anggota keluarganya yang sakit. Kita juga akan membantu keluarga korban, di mana nanti penunggu pasien karena terpaksa mungkin sehari dua hari ini mereka enggak bisa bekerja, karena ada anaknya keracunan atau bahkan mungkin orang tuanya keracunan,” jelas Faiz, dikutip dari laman Pemkab Batang.

Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial saat ini masih menghitung besaran bantuan tersebut. Bantuan bagi penunggu pasien diperkirakan berkisar Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per hari untuk setiap keluarga korban.

Data jumlah penerima manfaat yang terdampak masih diperbarui seiring pendataan dan koordinasi di lapangan. Sementara itu, investigasi terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan terus dilakukan untuk memastikan fakta dan penyebab kejadian. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *