Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Prabowo ke Akademisi: Saya Paling Hormat Sama Pakar

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya menghormati para pakar dan akademisi serta menjadikan masukan mereka sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan pemerintah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat mengundang sejumlah pakar dan akademisi untuk berdiskusi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).

“Jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar,” kata Prabowo sebagaimana dipantau dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat.

Prabowo mengatakan dirinya selalu berupaya mencari masukan dari orang-orang yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu sebelum mengambil keputusan.

“Kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar,” ujarnya.

Prabowo justru meminta para pakar memberikan masukan mengenai langkah terbaik untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan, khususnya yang memiliki lahan gambut.

Kepala Negara mengajukan tiga hal utama untuk dibahas, yakni langkah pencegahan kebakaran di kawasan hutan, langkah khusus untuk kawasan hutan yang memiliki gambut, serta kemungkinan pemanfaatan lahan gambut secara produktif.

“Sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama. Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal. Dan ketiga yang saya minta, saran dari Saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif?” kata Prabowo.

Presiden juga meminta masukan ilmiah mengenai pengelolaan gambut, termasuk kemungkinan menanam tanaman di atas lahan tersebut, sehingga pencegahan kebakaran dapat dilakukan dengan pendekatan yang berbasis pengetahuan.

Prabowo mengatakan pemerintah telah melakukan langkah mitigasi fisik, seperti menyiapkan sarana pemadam kebakaran, embung, dan pompa sebelum kebakaran terjadi. Namun, menurut dia, diperlukan pula solusi ilmiah khusus untuk kawasan gambut.

“Kalau bisa, ada jawaban ilmiah, a scientific solution,” ujar Prabowo. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *