Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Pilar Dorong UMKM Tangsel Naik Kelas: Dari Pasar Lokal Bidik Eropa dan Jepang

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Tangerang Selatan I Harian Merdeka 

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak sekadar bertahan di pasar lokal, tetapi mulai meningkatkan kapasitas bisnis untuk menembus pasar nasional hingga global.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan, perubahan pola bisnis dan perkembangan teknologi membuat pelaku UMKM harus beradaptasi.

Penguatan manajemen, inovasi produk, digitalisasi, hingga perluasan jaringan menjadi kunci agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Hal itu disampaikan Pilar saat menghadiri Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM Tangsel, Selasa (29/9/2026).

“Tentu UMKM dan para pelaku usaha, mereka memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, di tengah dunia usaha yang terus berubah, pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas manajerial, melakukan inovasi-inovasi, memperluas akses pasar, memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, serta membangun jaringan usaha yang kuat,” ujar Pilar.

Menurutnya, UMKM tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan pola bisnis konvensional. Pemanfaatan teknologi digital harus menjadi bagian dari strategi untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan efisiensi usaha.

Pilar menilai perkembangan UMKM juga memiliki dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Semakin banyak usaha yang berkembang, semakin terbuka peluang penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli masyarakat.

“Pelaku UMKM dan ekraf ini memiliki peran yang sangat penting di Tangerang Selatan untuk membangkitkan perekonomian daerah, terutama pendapatan asli daerah, dan tentunya ini akan berdampak positif terhadap kualitas investasi di Tangerang Selatan,” katanya.

Jangan Berhenti di Pelatihan

Pilar menekankan, program Tangerang Selatan Entrepreneur Hub tidak boleh berhenti sebatas forum, seminar, maupun pelatihan. Pemerintah harus mampu mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha dan memberikan pendampingan yang sesuai.

“Yang harus kita identifikasi bersama, apa yang menjadi kebutuhan pelaku usaha skala mikro di UMKM kita, lalu apa potensi yang dapat dikembangkan, peluang apa yang dapat dimanfaatkan, serta hambatan apa yang harus kita selesaikan bersama,” jelasnya.

Salah satu tantangan yang menjadi perhatian adalah kemampuan UMKM memenuhi persyaratan pasar internasional.

Pilar menyebut sejumlah produk UMKM Tangsel sebenarnya memiliki peluang untuk diekspor. Namun, standar yang diberlakukan sejumlah negara, termasuk negara-negara Eropa dan Jepang, membutuhkan kesiapan yang lebih tinggi.

“Bagaimana mereka bisa menjual produknya bukan hanya di nasional, bahkan di global, bagaimana syarat-syaratnya untuk diterima. Misalkan di pasar Eropa, di pasar Jepang, itu kualifikasinya sangat ketat sekali. Nah, ini yang perlu pendampingan khusus,” ujarnya.

Produk Tangsel Sudah Menembus Pasar Ekspor

Peluang tersebut, menurut Pilar, bukan sekadar teori. Ia mencontohkan salah satu pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di kawasan Taman Tekno yang telah mampu mengekspor produk bumbu dan rempah hingga sekitar tujuh ton untuk kebutuhan haji pada 2026.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk dari Tangsel memiliki peluang untuk bersaing di pasar yang lebih besar apabila mendapatkan pendampingan dan dukungan yang tepat.

Karena itu, pengembangan UMKM perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas produk, legalitas, sertifikasi, kemasan, pemasaran digital, hingga kemampuan memenuhi standar negara tujuan ekspor.

Jangan Salah Kelola Modal

Selain persoalan pasar, Pilar juga mengingatkan pelaku usaha agar memperkuat kemampuan mengelola keuangan.

Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki perencanaan bisnis jangka panjang dengan memperhitungkan arus kas, margin keuntungan, risiko usaha, hingga penyusutan aset.

“Bagaimana margin yang bisa dia dapatkan, bagaimana penyusutan alat. Ini kadang perusahaan-perusahaan kita atau para pelaku usaha kita belum berpikir sampai sana. Dia punya satu mesin, satu mesin industri kecil menengah, tapi dia tidak berpikir tentang penyusutan asetnya,” kata Pilar.

Pilar juga meminta pelaku UMKM lebih berhati-hati dalam menggunakan pembiayaan. Kemudahan memperoleh modal, termasuk melalui pinjaman, harus diikuti dengan perhitungan kemampuan pembayaran dan kebutuhan riil bisnis.

Dengan begitu, modal yang diperoleh tidak justru berubah menjadi beban yang menghambat perkembangan usaha.

Target 5-10 Tahun

Pilar berharap Tangerang Selatan Entrepreneur Hub dapat menjadi bagian dari ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

Keberhasilan program tersebut, menurutnya, tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar. Ukuran yang lebih penting adalah perkembangan nyata para pelaku usaha setelah mendapatkan pendampingan.

Ia berharap dalam lima hingga 10 tahun ke depan semakin banyak pengusaha asal Tangsel yang mampu berkembang, membuka lapangan kerja, menembus pasar nasional dan internasional, serta memberikan kontribusi bagi perekonomian.

“Insyaallah dalam lima tahun, 10 tahun ke depan tumbuh para pengusaha hebat di Kota Tangerang Selatan yang bisa memberi sumbangsih bagi negara, bisa memberi sumbangsih bagi masyarakat, dan juga bisa membanggakan kita semua,” tutur Pilar.(Agus).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *