Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Resmi Jadi Menperin, M.Sarmuji Fokus Benahi Industri Sepatu & Tekstil

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendapatkan mandat untuk menyelesaikan persoalan industri padat karya setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 1 Oktober.

Sarmuji menilai, industri yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi perlu mendapat perhatian lebih besar.

Industri sepatu dan tekstil menjadi dua sektor yang secara khusus disebutnya sebagai fokus pembenahan.

“Saya dapat tugas yang barang kalicukup berat, misalnya (membenahi) industri sepatu, industri tekstil. Karena sektor industri ini berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian. Tentu harus kami utamakan,” ujar Sarmuji.

Menurut Sarmuji, penguatan industri tidak dapat dilakukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sendiri. Koordinasi lintas kementerian diperlukan, terutama dengan kementerian yang berkaitan langsung dengan investasi, perdagangan dan kebijakan fiskal.

Dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Kemenperin akan memperkuat sinergi dari sisi investasi dan pengembangan industri di sektor hulu.

Sementara dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), koordinasi akan diarahkan pada kebijakan impor, terutama untuk produk atau kebutuhan industri yang sebenarnya sudah dapat diproduksi di dalam negeri.

“Kami harus kerja sama dengan banyak kementerian yang lain,” katanya.

Dari sisi fiskal, Politikus Partai Golkar itu juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendorong pemberian insentif bagi sektor industri. Insentif tersebut dinilai diperlukan agar industri dapat berkembang dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.

“Kami harus minta insentif untuk industri, supaya tumbuh,” terang Sarmuji.

Selain industri padat karya, Sarmuji menempatkan hilirisasi sebagai bagian penting dari agenda pengembangan industri. Menurut dia, penguatan industri memiliki keterkaitan erat dengan proses hilirisasi yang masih perlu dilanjutkan.

“Industri sebenarnya identik dengan hilirisasi. Masih banyak yang (perlu) kami selesaikan,” ucap dia.

Untuk diketahui, Sarmuji resmi menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menperin. Ia dilantik bersama sejumlah pejabat lain dalam agenda pelantikan di Istana Merdeka, Jakarta.

Selain Sarmuji, Prabowo melantik sejumlah pejabat lain, di antaranya Dudung Abdurrahman sebagai Menko Bidang Politik dan Keamanan (Polkam), Sugiono sebagai Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *