Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

HUT ke-26 Banten, Rahman Soroti Disiplin ASN dan Reformasi Birokrasi

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Banten | Harian Merdeka

Gubernur Provinsi Banten Andra Soni saat pemberian penghargaan kepada Beberapa Kepala OPD Pemda Banten dan pegawai Pemda yang diserahkan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, (Minggu (4/10/2026)

Pengamat kebijakan publik merupakan Dosen Universitas Pamulang (UNPAM), khususnya program studi D3 Akutansi Rahman Faisal, S,S.,M.M. menyebut dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila Kamis (1/10) Apratur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Banten belum mematuhi prinsip disiplin.

“Terlihat ASN Pemda Provinsi Banten, ada yang sedang Ngobrol, Ngopi dan merokok, sangat mencederai kepercayaan publik pada citra birokrasi, kurangnya integritas dan rasa hormat dalam mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila,”tutur
Rahman Kepada HARIAN MERDEKA saat dihubungi pada Selasa 7 Oktober 2026.

Foto istimewa : Rahman Faisal, S,S.,M.M.

Rahman berpesan kepada Andra Soni selaku Gubernur Banten untuk Apresiasi masyarakat yang taat membayar pajak yang digunakan untuk membiyai program pembangunan dan gaji seluruh pegawai (ASN) dilingkungan Pemda Banten.

Namun, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Provinsi Banten Andra Soni memilih pemberian penghargaan kepada Beberapa Kepala OPD dan pegawai Pemda yang diserahkan di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, pada Minggu (4/10)

“Diketahui Andra soni ini pernah menjadi ketua DPRD Banten dan menduduki Kursi Gubernur Banten dipilih oleh masyarakat melalui mekanisme demokrasi lokal, dan warga Banten taat membayar pajak untuk membiayai gaji ASN dan program Pemda, Seharusnya kedaulatan rakyat yang layak di mendapat apresiasi pada HUT ke-26 Provinsi Banten karena posisi kekuasaan tertinggi pada daerah berada di tangan rakyat, “paparnya.

Dirinya mendorong Gubernur jangan pilih kasih untuk melaksanakan pemerintahan yang mematuhi aturan hukum, karena itu Pemda Provinsi Banten ikut membersamai program penataran untuk Perilaku oknum ASN yang melanggar disiplin, bisa dinilai levelnya sama seperti pelajar yang bandel.

“Merosotnya kedisiplinan menjadi salah satu alasan pentingnya penerapan sistem meritokrasi dalam birokrasi. Sangat perlu mereka dikirim ke barak TNI seperti halnya berlaku untuk para Siswa Sekolah “Nakal” agar menanamkan rasa kedisiplinan, arti tanggung jawab,”Seraya Dia menegaskan, Amanah dimulai sikap Disiplin,”tegasnya.

Diakhir ia berharap momentum HUT ke-26 Banten ini, Gubernur harus memperbaiki komonikasi Publik dalam pemberian penghargaan atas capaian Reformasi Birokrasi untuk Anak buahnya yang tidak menjawab keinginan masyarakat Banten

“Penghargaan untuk ASN pada HUT ke-26 Banten, belum tentu dapat menjawab pertanyaan Warga misalnya, “Apakah Pemda Banten sudah hidupkan reformasi birokrasi untuk wujudnya Pemda yang efektif, efisien dan akuntabilitas kinerja serta langkah tegas pengawasan kepada ASN untuk Disiplin dan memutus rantai dari praktik Korupsi, Kolusoli, Nepotisme,” tutupnya. (Rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *