Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Survei Adidaya Institute: Kepercayaan Publik ke Sudaryono Tembus 76,1 Persen

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Hasil survei nasional terbaru Adidaya Institute mengungkap tingginya kepuasan dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Tingkat kepuasan kinerja dan tingkat kepercayaan kepada Kepala BGN Sudaryono berada pada level tertinggi.

Sebanyak 68,8 persen menyatakan puas dengan kinerja Kepala BGN, sementara 76,1 persen responden percaya dengan kerja Sudaryono. “Hasil survei mencatat Sudaryono (Kepala BGN) memperoleh kepercayaan sangat tinggi dari masyarakat (76,1 persen). Begitu pun dengan tingkat kepuasan yang mencapai level 68,8 persen.

Itu berarti publik puas dengan kinerja Sudaryono,” ujar Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute Ahmad Fadhli dalam konferensi pers di kantor Adidaya Institute, Rabu (7/10/2026).

Sebanyak 55,0 persen responden menyatakan puas dengan kinerja BGN. Sementara 52,9 persen responden yakin BGN mampu mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan baik. “Lebih dari separuh warga puas dengan kinerja BGN. Mereka juga yakin BGN mampu menjalankan MBG dengan baik,” ujar Fadhli.

Survei Adidaya Institute juga mencatat dukungan kuat publik terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebab, dengan merujuk survei, sebanyak 61,6 persen responden meminta program MBG ini tetap dilanjutkan, sementara 66,5 persen menilai program unggulan pemerintah ini berdampak nyata bagi masyarakat.

“Dukungan publik terhadap (program) MBG terbukti sangat kuat. Ini tentu membantah narasi buruk yang menyebut program ini justru tidak dikehendaki masyarakat. Sekitar 6 dari 10 warga ingin program MBG dilanjutkan dan 2 dari 3 orang warga merasa program ini bermanfaat,” kata Direktur Eksekutif Adidaya Institute Rahman Toha Budiarto.

Rahman Toha juga mengungkap sebanyak 69,9 persen responden setuju dengan program MBG, serta 58,2 persen menilai program MBG sudah sesuai kebutuhan masyarakat. Sementara sekitar 63,0 persen responden mengakui dampak langsung MBG bagi keluarga, dan sebanyak 63,4 persen meyakini dampak tersebut bagi perbaikan gizi.

“Itu artinya sebagian besar masyarakat menilai program MBG sesuai dengan kebutuhan publik dan berdampak baik pada kesehatan serta peningkatan gizi. Dan tentu saja itu bermakna masyarakat memahami tujuan MBG,” kata dia.

Merujuk hasil survei, sebanyak 73,8 persen peserta didik tercatat sudah menerima program MBG. Sementara sekitar 33,4 persen anak balita dan 25,5 persen ibu hamil juga sudah menikmati program MBG. “Itu berarti menurut penilaian publik, penerima program MBG sudah tepat sasaran,” ucapnya.

Apalagi, dari sisi penilaian menu MBG, sebanyak 54,6 persen warga menilai menu MBG lebih bergizi dari makanan di rumah. Lebih dari 50 persen responden juga menganggap kualitas menu MBG jauh lebih baik dari makanan di rumah. “Menu MBG dinilai lebih bergizi, lebih bervariasi dan lebih berkualitas daripada makanan di rumah,” ungkap Rahman.

Diketahui, survei nasional Adidaya Institute dilakukan secara tatap muka pada 15-21 September 2026 dengan melibatkan 1.240 responden di 38 provinsi. Angka margin of error tercatat sekitar 2,78 persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Meski tingkat kepercayaan dan kepuasan terhadap kinerja BGN cukup tinggi, namun sejumlah isu negatif masih tetap membayangi program unggulan Presiden Prabowo ini. Pada jawaban responden, tiga masalah utama yang dikritik publik adalah tata kelola (33,9 persen), korupsi (25,7 persen), dan anggaran (15,1 persen).

“Rekomendasi utama kami soal penguatan pemeriksaan berkala dapur SPPG, transparansi anggaran, penyediaan saluran khusus crisis center MBG, serta pelibatan peternak-nelayan dan UMKM lokal,” pungkas Rahman. (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *