Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Lihat berita
Berlangganan di Harian Merdeka

Berlangganan di Harian Merdeka

Segera berlangganan untuk menerima berita terbaru, ePaper, dan informasi pilihan dari Harian Merdeka.

Cepat & Akurat, tanpa spam, dan dapat berhenti kapan saja.

GDPR Compliance

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui Kebijakan Privasi dan Syarat dan Ketentuan.

Soal Skema Prasmanan MBG, Ini Catatan dari Irma Suryani Komisi IX

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Jakarta | Harian Merdeka

Badan Gizi Nasional (BGN) terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu inovasi yang dilakukan adalah penerapan sistem prasmanan.

Sistem ini dinilai mampu menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat. Langkah BGN ini pun menjadi perbincangan.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan, sebanyak 60 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG menjadi lokasi uji coba (pilot project) inovasi tersebut. Uji coba mulai berjalan pada Senin (5/10/2026).

“Pada tanggal 5 ini, kita sudah melakukan uji coba di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Makanan dibawa dalam keadaan hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas. Ini sedang kita uji coba,” kata Sudaryono melalui akun Instagram pribadinya, @sudarusudaryono, Selasa (6/10/2026).

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan, evaluasi dilakukan setiap hari dengan melibatkan SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba.

“Ini baru berjalan tiga hari sejak 5 Oktober. Evaluasi tentu kami lakukan setiap hari, baik terhadap SPPG maupun sekolah,” ujar Tysa, Rabu (7/10/2026), dikutip dari Kontan.

Untuk memperkuat evaluasi, BGN juga menerjunkan tim ke sejumlah SPPG dan sekolah. Tim tersebut memeriksa pelaksanaan skema prasmanan, sekaligus memastikan pengisian format pelaksanaan berjalan sesuai dengan kebutuhan evaluasi.

“Saat ini, tim dari BGN tengah menyebar ke beberapa SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba untuk memeriksa pelaksanaan dan pengisian format pelaksanaan,” kata Tysa.

Selain belum merilis data hasil evaluasi, BGN juga belum mengumumkan secara terperinci daftar sekolah yang menjadi lokasi uji coba dari lebih dari 60 SPPG tersebut. BGN masih melakukan pemantauan di sejumlah SPPG dan sekolah yang menjadi lokasi uji coba dalam beberapa hari ke depan untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih lengkap.

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendukung langkah Pemerintah yang mewacanakan penerapan sistem prasmanan dalam distribusi MBG. Menurut dia, sistem prasmanan dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas memadai.

“Pemberian makanan bisa dilakukan secara prasmanan di dapur masing-masing yang lokasinya tidak berjauhan,” ujar Irma Suryani, Jumat (9/10/2025).

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Brawijaya, Malang, Andhyka Muttaqin berpandangan wacana penerapan sistem prasmanan berpotensi memperbaiki pengalaman makan siswa, memberikan keleluasaan dalam mengambil makanan, dan mengurangi sisa makanan. Namun, menurut dia, sistem prasmanan belum menyelesaikan persoalan utamanya.

“Pemerintah harus memprioritaskan pembenahan tata kelola MBG agar program ini benar-benar aman, bergizi, akuntabel, dan mampu memperoleh kembali kepercayaan masyarakat,” jelas Andhyka melalui pesan WhatsApp, Jumat (9/10/2026). (Egi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *